Setelah terkena air keras oleh orang yang tidak dikenal, kini kondisi mata Novel Baswedan masih dalam proses penyembuhan, Jumat (12/05).

MANAberita.com – SETELAH insiden penyiraman air keras yang dilakukan oleh dua orang pengendara motor tak dikenal yang mengenai mata Novel Baswedan usai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan pada 11 April 2017 lalu, menyebabkan mata Novel belum berfungsi dengan baik.

Hingga hari ke 31, tim dokter masih terus melakukan pemeriksaan mata Novel dengan pengujian perkembangan penglihatan yang dilakukan degan membaca huruf dan angka.

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, saat ditemui di Gedung KPK Jakarta, Jumat (12/05), menuturkan jika mata kiri Novel hanya dapat melihat huruf yang paling besar di sebelah kiri atas (100/30). Sedangkan mata kananya sudah lebih baik dan bisa melihat sampai keukuran yang paling kecil.

Baca Juga
Usai Bela Setnov, Fredrich Yunadi Justru Jadi Tersangka KPK
Tak Kunjung Tertangkap, Pelaku Penyiraman Air Keras Kembali Datangi Novel Baswedan
Saking Banyaknya, Samadikun Lunasi Denda Korupsi BLBI 87 Miliar Pakai Troli

Selain itu, tim doker juga melakukan pemeriksaan dengan observasi dua bola mata Novel. Pertumbuhan selaput kornea mata kanan stagnan dari kemarin, dan terjadi inflamasi pada bagian tengah kornea dan tidak ada infeksi. Sedangkan mata kiri Novel  sendiri memperlihatkan kondisi yang stagnan. Tekanan mata sangat tinggi dan melewati batas normal yaitu mencapai 31 (tekanan normal 16-21).

“Berikutnya dokter akan memberikan tambahan obat pengontrol tekanan mata yang mengandung steroid dan dilakukan uji tes darah untuk mengecek kalsium dan potasium dalam darah,” tutur Febri.

Dirinya juga mengatakan jika tekanan mata yang tinggi berpengaruh pada menurunnya kemampuan bekerjanya syaraf mata yang jika dibiarkan dapat berakibat pada kurangnya kemampuan melihat. (nad)