MANAberita.com – ORANG tua adalah harta yang paling indah dan berharga bagi anak-anaknya. Kehadiran orang tua ibarat sinar matahari yang tak pernah henti-hentinya memberikan sinar utuk menyinari bumi.

Sejak di dalam kandungan saat kita belum bisa makan, kita menumpang makan dari nutrisi yang masuk ketubuh sang ibu. Begitupun dengan ayah, ayah memang tidak mengandung kita namun kehadirannya sangat membantu dalam perkembangan anaknya. Saat kita belum bisa berjalan ayah selalu senantiasa dan siap sedia mengendong dan memapah langkah kecil kita ke  arah yang kita mau.

Sampai kapapun kita akan membutuhkan kehadirannya, karena kitika mereka tiada anak-anak akan memiliki sebuah ruang hampa dalam dirinya. Ruang yang biasa diisi dengan segala bentuk perhatian-perhatiannya. Tidak bisa dipungkiri kita sangat membutuhkan kehadiran dan kasih sayangnya.

Terlebih lagi bagi seorang anak perempuan, ketiadaan sosok ayah dalam hari-harinya akan lebih menyiksa. Saat ayah pergi untuk selama-lamanya, ia bukan hanya kehilangan sosok kepala keluarga tapi juga kehilangan cinta pertamanya. Iya benar ayah merupakan cinta pertama bagi anak perempuannya.

Jauh sebelum ia mengenal cinta dari pacar ataupun suami, ayahlah yang mengenalkan perasaan itu padanya, betapa indah dan sucinya sebuah cinta, bedanya ayah tak pernah mengenal bagaimana rasanya pahitnya cinta dan patah hati. Sampai akhirnya dia benar-benar pergi untuk selamanya.

Kehilangan ayah jauh-jauh lebih menyiksa dibandingkan diputuskan pacar yang amat dicintai. Sakitnya pun bukan haya sehari, seminggu, sebulan tapi betahun-tahun kesedihan itu masih amat menyesakkan dada. Disetiap sudut ruangan disetiap detik kejadian disetiap langkah dan disetiap hembusan nafas akan selalu ada momen yang membuat seorang anak perempuan teringat dan berfikir. “seharusnya ayah ada disini menemaniku dan menjagaku” dan air matapun mungkin tak akan tertahan lagi.

Momen berat yang hanya dimengerti oleh anak perempuan yang telah ditinggal ayahnya :

  1. Sering terkenang dalam ingatannya, saat ia merengek agar ayahnya memenuhi apa yang dia mau, sekarang setelah ia mampu memenuhui keinginannya sendiri dan bahkan waktunya untuk memenuhi kebutuhan beliau untuk membahagiakannya. Tapi ia tidak memiliki kesempatan itu.
  2. Saat ia patah hati karena putus cinta atau pengkhianatan yang ia dapat dari pacarnya ia harus menahan pedihnya sendiri. Dulu selagi ayah masih ada patah hati terasa lebih mudah dilalui karena sebagian sakitnya akan terobati dengan cinta yang tulus dari ayah yang tidak pernah henti-hentinya mengalirkan cinta dan kasih sayangnya.
  3. Saat ia merasa rapuh dan putus asa saat menghadapi masalah yang menghadangnya tak ada sosok ayah yang menjadi tameng untuk melindunginya.
  4. Saat ia menemukan cintanya dan bahagianya pernikahan, bersamaan dengan itu ia harus menahan kesedihan karena nyatanya tidak ada tangan ayah yang bisa dia cium dan meminta restu.
  5. Saat memikirkan masa-masa dimana anak-anaknya akan lahir kelak, mereka hanya bia mendengar cerita tentang betapa hebat dan luar biasanya sang kakek, tanpa bisa melihat langsung dan merasakan betapa nikmatnya bermain bersamanya dan dimanja dipangkuannya.

Baca Juga
Terungkap! Inilah Alasan Cewek Marahi Pacarnya dan Pukul Kepala Sendiri Pakai Genteng, Sampai Dilerai Polisi Segala
Diduga Putus Cinta, Pria Ini Tabrakkan Diri ke Kereta Api
Ingin Jatuh Cinta dengan Pasangan yang Tepat? Yuk Simak Tips Ini

Begitulah sebagaian momen-momen yang amat menyedihkan yang hanya bisa pahami anak perempuan saat ditinggal ayahnya.

Tak ada hal yang lebih indah selain berada didekapan orang tua, merasakan kehangatan cinta dan kasih sayangnya. So selagi orang tua kita msih ada sayangi dan hormati mereka, jangan biarkan air mata kesedihan jatuh membasahi pipihnya. I LOVE YOU MOM, DAD!!! (neny)