Pasukan pemerintah saat menggelar operasi militer di kota Marawi, Filipina Selatan, Kamis (25/05)

MANAberita.com – MILITAN Maute yang menduduki Kota Marawi, Lanao del Sur di Pulau Mindanao Filipina yang hampir satu minggu ini, mendapat peringatan keras dari otoritas Filipina untuk menyerah atau mati.

Seperti dikutip dari AFP, juru bicara angkatan bersenjata Filipina Brigjen Restituto Padilla mengecam para teroris dan memintanya untuk menyerah. “Kami meminta sisa teroris untuk menyerah selagi masih ada kesempatan. Tidak menyerah berarti mati. Pasti,” katanya, Selasa (30/05/17). Seruan ini sengaja ditujukan kepada Militan Maute untuk mengurangi korban jiwa.

Dalam perang perkotaan antara angkatan bersenjata Filipina dengan Militan Maute yang disebut-sebut sebagai kelompok kombatan ISIS ini telah menewaskan 100 orang lebih.

Baca Juga
Ternyata Inilah Alasan Jaksa Tuntut Aman Abdurrahman Dihukum Mati
Terkait Cadar dan Celana Cingkrang, Penjelasan Krishna Murti ini Mendapat Apresiasi Netizen
Detik-Detik Gugurnya Ipda Auzar, Pahlawan yang Halangi Mobil Teroris Masuk ke Mapolda Riau

Meskipun telah mendapat serangan dari darat dan udara oleh angkatan bersenjata Filipina yang dilakukan atas perintah langsung Presiden Rodrigo Duterte, tidak membuat Militan Maute pergi meninggalkan Filipina. Bahkan Maute masih menguasai beberapa tempat strategis di kota yang mayoritas berpenduduk Islam.

Awal mula adanya perang di Marawi ditandai ketika puluhan orang bersenjata mengamuk saat pasukan Filipina menangkap Isnilon Hapilon, seorang militan veteran Filipina yang dianggap sebagai pemimpin ISIS di Filipina.

Hapilon disebut sebagai salah seorang teroris yang paling dicari di Amerika Serikat dan dianggap sebagai anggota Abu Sayyaf. Bahkan dirinya mendapat dukungan dari Militan Maute yang dikabarkan telah mengklaim setia kepada ISIS. (nad)