(Lailatul Qadar/ Ilustrasi)

MANAberita.com – UMAT Muslim saat ini sedang berburu malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Siapapun yang mengerjakan amalan di malam ini maka pahalanya akan dilipatgandakan. Itulah sebabnya Lailatul Qadar sering dijuluki dengan “malam seribu bulan”.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya  (Al-Quran) pada malam Qadar. Dan tahukan kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar” (QS Al-Qadr: 1-5).

Bagaimana tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar? Berikut ulasannya dilansir dari m.republika.co.id.

Pada malam Lailatul Qadar, udara dan angin sekitar akan terasa tenang

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan,” (HR Ath Thoyalisi).

Matahari pagi dalam keadaan jernih, tidak ada pancaran sinar

Dari Abi bin Ka’ab, Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Subuh baru dari malam Lailatul Qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik” (HR Muslim).

Baca Juga
Selama Ramadhan, Drama Tentang ISIS Akan Tayang Di Arab
Ingin Wajah Cerah dan Segar, Lakukan 5 Perawatan Sederhana Ini Sebelum Tidur
Kalau di Jeddah Buka Puasa Dibagi Takjil Uang 2 Juta, di Riyadh Malah 2,5 Juta!

Bulan pada malam hari seperti separuh bulatan

Dari Abu Hurairah ra. berkata, “kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW, beliau berkata: Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan” (HR Muslim).

Meskipun malam Lailatul Qadar memiliki tanda-tanda kemunculan, namun tidak semua orang bisa merasakannya. Hal ini terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thobari. Rasulullah SAW mengatakan, “Itu (tanda-tanda Lailatul Qadar) tidak mesti, seorang Muslim bisa saja mendapatkan malam mulia tersebut dan ia tidak melihat atau mendengar sesuatu dari tanda-tanda itu.” Masya allah.. (nad)