Pelaku MN saat diamankan di tahanan Mapolres Lumajang.

MANAberita.com – SEORANG gadis kecil sebut saja bunga (5), bukan nama sebenarnya, menjadi korban pencabulan oleh seorang kakek berinisial MN (72) warga Dusun Ploso, Desa Tanggung, Kecamatan Padang, kabupaten lumajang, Jawa Timur. Korban merupakan anak tetangganya sendiri.

Modus pelaku dalam menjalankan aksi bejatnya dengan memberikan uang kepada korbannya sebesar Rp 2 ribu rupiah.

Perbuatan bejatnya terungkap setelah korban mengeluh sakit pada bagian kemaluannya saat buang air kecil. Orangtua korban yang mengetahui keluhan itu lantas bertanya “Bunga kenapa bisa sakit?”. Dan tak disangka, dengan polos Bunga menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Bunga mengaku saat ia tengah bermain di depan rumah pelaku yang merupakan tetangga korban. Ia dibawa oleh tersangka ke dalam kamar. Bunga juga mengaku saat di dalam kamar ia diperintahkan untuk memegang kemaluannya sambil pelaku memasukkan jari telunjuk kanan ke kemaluan Bunga. Setelah selesai, pria tua tersebut memberikan uang sebesar Rp 2 ribu rupiah kepadanya.

Mendengar pengakuan Bunga, orang tuanya tidak terima dan kemudian melapor ke Polres Lumajang sesuai dengan laporan polisi nomor: LP/320/XII/2017/JATIM/RES LMJ Tgl 4 Desember 2017.

Menanggapi laporan tersebut, unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lumajang bersama Polsek Padang melakukan penakapan terhadap tersangka di rumahnya, Senin (04/12).

Baca Juga
Dihamili Oleh Ayah Kandung Dan Pamannya, Siswi SMP Ini Malah Dikasih Ibunya Obat Penggugur Kandungan
Sadis! Mama Muda Aniaya Anak Semata Wayang Hingga Tewas
Tidak Mau Diajak Tidur, Nenek 80 Tahun Ancam Akan Bunuh Bocah 13 Tahun, Nah…!!!

Kanit PPA Satreskrim Polres Lumajang Ipda Samsul Hadi, mengungkapkan berdasarkan informasi yang diperoleh, korban, mengalami pencabulan pada Minggu kemarin.

“Kejadian ini diketahui orang tua korban. Saat buang air kecil, korban mengeluh sakit di kemaluannya,” ujar Hadi, Selasa (05/12).

“Saat ini pelaku telah ditangkap dan diamankan di tahanan Polres Lumajang untuk dilakukan proses penyidikan,” imbuhnya. (Int)