Marching Band Gita Bahana SMAMDA Chailendra (GBSC) Karang Tengah

MANAberita.com – SEBAGAI salah satu ekstrakulikuler (ekskul) yang paling populer di OKU Timur, Marching Band Gita Bahana SMAMDA Chailendra (GBSC) Karang Tengah menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk menambah jam di luar kelas mereka.

Ada beberapa sekolah di Kecamatan Buay Madang Timur yang mulai melatih siswanya memainkan alat musik berat tersebut. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU Sumber Mulyo, SD Muhammadiyah Rawabening, MI Rawadadi, MI Solosari, MI Sidorahayu sampai tingkat kanak-kanak seperti TK Muhammadiyah Rawabening dan lain-lain.

Ekskul Marching Band Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU Sumber Mulyo

Menurut pembimbing Marching Band SMA Muhammadiyah 2 Karang Tengah Nuril Fata S.Pd.I., M.Si, GBSC menjadi salah satu contoh bagi sekolah lain yang menjadikan Marching Band sebagai ekskul karena hal tersebut dapat menjadi daya tarik bagi siswa baru.

 

“Sekarang di sini memang lagi ngehits ekskul MB apalagi setelah GBSC berhasil mencuri perhatian masyarakat. Disamping menyalurkan bakat dan minat anak, setiap sekolah yang memiliki Marching Band akan lebih menarik perhatian siswa baru untuk masuk sekolah tersebut dan juga menambah nilai jual sekolah itu,” terangnya.

Ekskul Marching Band Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU Sumber Mulyo

Personel Marching Band GBSC yang sudah mahir dalam permainan pun ditugaskan ke sekolah-sekolah di atas sebagai pelatih. Salah satunya Iluk Anggrela yang melatih MI NU Sumber Mulyo pada Sabtu, (02/12/17). Menurutnya menjadi pelatih MB bukanlah suatu beban. “Seru, menambah pengalaman dan bisa menularkan ilmu positif kepada adik-adik,” ujarnya disela-sela latihan.

 

Baca Juga
Begini Nasib Guru di Cisoka, Tangerang Usai Tendang Siswa di Depan Kelas
Posting Foto Anaknya yang Tidur Kelelahan Saat Pulang Sekolah, Netizen Juga Ikut Salahkan Program Full Day School
Cuma Karena ‘Diduga’, Ibu Guru ini Dianiaya Orang Tua Murid

Selain itu, Kepala Sekolah MI NU Sumber Mulyo Suparli, S.Pd.I mengatakan ekskul yang sudah berjalan satu setengah bulan tersebut membawa nilai positif bagi siswa dan masyarakat. “Karena dengan adanya Marching Band bisa digunakan untuk menarik simpati masyarakat. Lebih-lebih bisa membawa nilai jual lembaga di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa ekskul tersebut dapat menepis anggapan masyarakat yang masih meremehkan kualitas lembaga pendidikan swasta. “Apalagi Madrasah swasta dulu hanya dianggap sebagai lembaga pendidikan yang tidak pernah ada kemajuan. Sekarang kita mencoba untuk membuktikan kalau madrasah juga bisa,” tutupnya. (nad)