Selingkuh berresiko kematian

MANAberita.com – PERSELINGkUHAN menjadi duri menakutkan, terutama bagi pasangan yang telah menikah. Perselingkuhan tidak hanya berisiko menghancurkan nama baik, karir dan pernikahan, tetapi juga berisiko menyebabkan masalah kesehatan serius serta memendekkan usia sang pelaku.

Masalah kesehatan yang terjadi akibat perselingkuhan tidak hanya sekedar penyakit menular seksual, tetapi juga masalah medis yang lebih serius, yaitu risiko serangan jantung dan kanker, demikian penjelasan Dr Chauncey Crandall, seorang spesialis jantung di Florida, dilansir dari Doctor Buah dari Newsmaxhealth.

 

Serangan Jantung

Orang yang terlibat aktivitas seksual terlarang lebih berisiko tinggi mengalami serangan jantung, bahkan sebelum perselingkuhan dimulai. Stres dan tekanan saat terjadinya perselingkuhan membuat risiko serangan jantung makin besar. Saat melakukan hubungan intim terlarang, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, hal ini dapat menyebabkan plak di arteri koroner pecah dan menyebabkan serangan jantung, demikian penjelasan Dr Crandall.

Hasil penelitian mendukung teori ini. Dalam Journal of Sexual Medicine, terlihat jelas data pria yang mengalami serangan jantung saat melakukan pengkhianatan pada istri mereka, terutama perselingkuhan dengan wanita muda. Mereka lebih mudah terkena serangan jantung dibandingkan pria setia. Tidak heran jika kita sering mendengar berita tewasnya seorang pria saat berselingkuh dengan wanita mudanya.

 

Kanker

Siapa bilang perselingkuhan hanya berisi kesenangan semata? Sesungguhnya pelaku mengalami stres yang sangat besar. Takut ketahuan, takut ini dan itu, apalagi di zaman serba canggih, saat semua hal bisa terendus dengan mudah. Saat seseorang berada dalam stres, tubuh akan memompa peningkatan hormon tertentu, yang terkait dengan penyakit jantung dan pengembangan beberapa jenis kanker, demikian penjelasan lanjutan Dr Crandall.

Tetapi kadang, seorang pria mengkhianati istrinya justru setelah mereka mengalami sakit serius. Mereka mencari pelampiasan dan ‘memanjakan diri’ sebelum meninggal. Miris memang, tetapi hal ini justru menunjukkan keegoisan, karena efek perselingkuhan (depresi) juga akan dialami oleh istri dan anak-anak mereka.

 

Baca Juga
Hp Kamu Lemot? Hapus 5 Aplikasi ini, Yuk! Dijamin Ngebut
Terungkap! Menyusui Bayi Menggunakan Botol Ternyata Cepat Membuatnya Gemuk
Merasa Difitnah Sebagai Pelakor, Apriana Laporkan Irez ke Polres Bekasi

Membuat Umur Pendek

Saat perselingkuhan sudah ketahuan, otomatis tetangga dan orang-orang terdekat mengetahui kabar ini. Reputasi keluarga dipertaruhkan, dan yang menderita tidak hanya sang pelaku, tetapi juga pasangan dan anak-anak. Risiko kesehatan mereka juga menjadi taruhan. Selain itu, kesehatan mental seperti depresi dan menjadi anti sosial banyak dialami anak-anak yang orang tuanya berselingkuh. Hal yang sama juga akan terjadi saat perselingkuhan berujung perceraian.

“Penelitian telah menemukan bahwa bercerai dapat memperpendek umur hingga 10 tahun, dan saya tidak hanya berbicara tentang orang yang berselingkuh, tetapi juga anak-anak mereka,” ujar Dr Crandall menambahkan, “Bisa saya katakan, orang-orang yang melakukan perselingkuhan seperti memiliki bekas luka bedah, bekas itu jelek dan akan meninggalkan bekas selamanya. (Dil)