Warung “Ayam Pelakor”

MANAberita.com – MESKIPUN kini telah menjanda usai menjadi korban wanita perebut laki orang (pelakor), ibu rumah tangga (IRT) bernama Lia Pujiani (27) justru mendapat inspirasi untuk mendirikan warung makan yang diberi nama “Ayam Pelakor” di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Warung makan yang baru dilauncing Rabu (10/01) ini merupakan bentuk semangat baru dari ibu Lia setelah sebulan yang lalu sempat putus asa karena keluarganya hancur dan pisah dengan suami akibat pelakor.

Warung makan yang terletak di Jalan Alpandi Sarjen Kelurahan Raja Kecamatan Arut Selatan (Arsel) atau tepatnya di depan SMA Negeri 1 Pangkalan Bun ini berdiri berkat bantuan teman-teman dan keluarga yang mensuportnya dan meminjamkan modal untuk ia bisa kembali bangkit dari keterpurukannya. Hingga ia berinisiatif membangun usaha warung makan “Ayam Pelakor” tersebut untuk menunjukan bahwa ia tetap bisa bertahan hidup tanpa suaminya.

Baca Juga
Disinggung Pacar Barunya Lebih Tua 25 Tahun, Nikita Mirzani Sindir Pelakor
Inilah 5 Hal yang Mungkin Dirasakan Oleh Para Pelakor
Inilah Lioni, Wanita Cantik yang Ditinggalkan Suami Demi Pelakor Buruk Rupa

“Ide untuk membuat Warung Ayam Pelakor ini berawal dari pengalaman yang saya alami karena pernah menjadi korban pelakor. Sehingga membuat keluarga saya hancur, sampai akhirnya pisah dengan suami. Namun saat ini masih pisah secara agama, secara hukum perkawinan di pengadilan belum, masih dalam proses,” ujarnya kepada sejumlah awak media, Rabu (10/01).

Namun siapa sangka, meskipun baru buka “Warung Ayam Pelakor” ramai diserbu karena namanya yang unik dan harganya bersahabat. Ditambah dengan sambal khas yang disajikan super pedas semakin membuat masyarakat tertarik membelinya.

“Saya bersyukur pertama kali buka hari ini, langsung diminati masyarakat. Mungkin karena unik, disamping itu saya juga menyajikan makanan dengan harga terjangkau oleh masyarakat, khususnya para siswa. Karena harga kita, memang harga buat siswa. Untuk sepaket ayam goreng hanya Rp 12 ribu, dan ayam Tumini Rp 18 ribu,” paparnya. (Int)