Aryang Wimuji

MANAberita.com — KEMATIAN Ariyang Wimuji Putra (16) memang masih menyisakan luka. Siswa kelas 1 di SMP Negeri 3 Strengat, Blitar itu memutuskan bunuh diri usai ketahuan membawa lipstik dan bedak ke sekolah, Selasa (09/01) lalu. 

Namun sebelum kematiannya, Aryang sempat memberikan firasat kepada orang-orang sekitarnya. Wiji Astuti, Ibunya Aryang menceritakan jika putranya itu tiba-tiba hobi menyanyi lagu dangdut dan ingin pergi ke jembatan Ngurih, dimana tempat itulah ia menjatuhkan dirinya ke sungai Brantas.

Dilansir oleh @Manaberita melalui Jateng Times, Wiji mengatakan jika tiba-tiba suaranya berubah seperti seorang perempuan yang lebih mirip dengan penyanyi sinden, bukan seperti suara putranya.

Baca Juga
Hilang Selama 2 Hari, Siswa Kelas 1 SMP yang Melompat Dari Jembatan Akhirnya Ditemukan
Ketakutan, Evan Datang Meminta Maaf Dengan Wajah Sepucat ‘Pocong’
OMG! Siswa Kelas 1 SMP yang Bunuh Diri di Blitar Ternyata Gay!

Bahkan, guru di sekolahnya mengatakan jika menerima surat yang diduga dikirim oleh orang tua Aryang. Tertulis didalamnya jika mereka ingin para guru menasehati tingkah Aryang karena orang tuanya sudah tidak sanggup lagi menegurnya. Saat dikonfirmasi, Wiji mengatakan jika ia tidak pernah mengirimkan surat apapun.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, jembatan kereta api Nguri memang memiliki legenda. Kata para sesepuh desa, di lokasi tersebut pernah ada sinden yang dijadikan tumbal untuk proses pembangunan jembatan. Hingga sekarang masyarakat mempercayainya sebagai legenda sinden Nguri.

Aryang yang kerap berperilaku layaknya perempuan itu memang sering keluar di malam dan pulang hingga dini hari karena ikut dangdutan serta berkumpul dengan wanita-wanita seksi. (Dil)