Foto hanya ilustrasi

MANAberita.com – WALI murid Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Jombang, Desa Dapurkejambon, Jombang Kota, mendatangi sekolahan anaknya. Mereka ingin Kepala Sekolah bertindak tegas terhadap oknum Guru yang diduga telah mencabuli 25 orang Siswinya.

Rudi, selaku orang tua siswa mengatakan, kasus ini mencuat setelah enam siswi melapor ke guru Bimbingan Konseling (BK). Siswi tersebut mengaku telah dicabuli oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, ME.

“Yang melapor hanya 6 anak, kalau kami telusuri ada 24-25 anak yang menjadi korban,” kata Rudi. Senin (12/2/2018). Dilansir dari Detik.com.

Diduga perbuatan cabul ME telah berlangsung lama, sejak Juli 2017 hingga Februari 2018. Untuk melancarkan aksi cabulnya, oknum guru ini memakai modus ruqyah di lingkungan sekolah.

“ME melakukan rukyah yang tak semestinya, dia meraba – raba tubuh siswi. Para siswi dimasukkan ke dalam kamar mandi dan disiksa. Ada perabaan alat vital siswi dan juga terjadi upaya persetubuhan, tapi tak sampai masuk,” ungkap Rudi.

Sementara itu, Kepala SMPN 6 Jombang Suprayitno membenarkan adanya dugaan pencabulan terhadap siswi oleh pelaku. Tak hanya di sekolah, perbuatan cabul itu diduga dilakukan pelaku di tenda saat kegiatan perkemahan di luar sekolah. Namun, ME tak sampai melakukan persetubuhan dengan para korban.

Baca Juga
Huda Berpulang, Sepakbola Indonesia Berduka
Tim Kuasa Hukum PT SBA Pinta IMB Hotel Ibis Dibekukan
Pria Pengangguran Mengaku Terpaksa Mencuri, Alasannya Sepele

“ME, seminggu yang lalu kami pindah. Dia sudah membuat pernyataan mengakui kesalahannya di buku pembinaan, berikutnya kami serahkan ke Dinas Pendidikan,” jelas Suprayitno.

Suprayitno menambahkan, pelaku mengajar di SMPN 6 Jombang sudah hampir 2 tahun. Sehari-hari, ME mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Menurut dia, terduga pelaku pencabulan siswa ini aktif membina spiritual siswa.

“Harapan kami dan para guru, pelaku keluar dari SMPN 6. Anak-anak juga menuntut ME keluar,” tutupnya. (ndy)