Oops! Standar Kecantikan di Indonesia ini Ternyata Dianggap Norak Oleh Orang Barat

MANAberita.com — KITA sering mendengar jika cantik itu relatif. Ya, standar kecantikan tiap orang apalagi negara pasti berbeda. Misalnya, orang Barat sangat menyukai warna kulit orang Indonesia yang kecoklatan atau sawo matang karena dianggap eksotis. Tapi sebaliknya, perempuan Indonesia sendiri justru tak sedikit yang ingin memutihkan kulit.

Selain soal warna kulit, ada juga tren lain yang cukup mencolok dan bertolakbelakang. Di bawah ini perbedaan tren kecantikan di Indonesia dengan dunia Barat. Berikut ulasannya:

1. Lensa KontakTak dipungkiri, sepasang bola mata cantik berwarna cokelat menjadi dambaan para milenial. Tak hanya cokelat, bola mata berwarna biru pun banyak yang mencari. Hal ini tentu membuat industri kecantikan mengeluarkan produk lensa kontak kosmetik aneka warna. Nah, bagi milenial juga para artis mungkin lensa kontak berwarna-warni sangat menarik, namun tidak bagi orang Barat yang berpendapat hal itu justru menakutkan.

2. Behel

Kawat gigi atau sering disebut behel menjadi tren di Indonesia setidaknya sejak tahun 2010. Behel menjadi aksesoris yang paling sering ditemukan di masyarakat terutama kaum perempuan muda. Berfungsi untuk merapikan gigi, namun tak sedikit mereka yang memasang behel agar supaya tampil trendi, maka berbagai model dan warna pun diciptakan demi menjawab permintaan pasar.

Berbeda di Barat, orang yang menggunakan behel justru dianggap tak menarik karena tak cantik. Bahkan, ada yang menganggap perempuan berbehel sebagai gadis kutu buku berkacamata tebal dengan rambut diikat. Jikapun terpaksa memakai behel, biasanya kawat gigi itu akan dipasang di belakang gigi agar tersembunyi.

Tren behel di Indonesia hampir serupa dengan tren gigi gingsul di Jepang, yang berpendapat perempuan dengan gigi gingsul nampak lebih ‘manis’. Namun sepertinya tak banyak orang yang tahu jika behel sudah ada sejak zaman purba. Persisnya, alat bantu gigi ini sudah dikenal di dalam kebudayaan manusia sejak 2000 atau 3000 tahun sebelum Masehi.

3. Pemutih Kulit

Di Indonesia, kulit putih dianggap sebagai standar kecantikan. Pasalnya, sederet iklan produk kecantikan selalu menampilkan model-model berwajah dan berkulit putih. Alhasil, stereotype itulah yang ‘meracuni’ kebanyakan perempuan Indonesia ingin memiliki kulit putih seperti kulit orang Asia Timur. Akibatnya, mereka seringkali berlebihan dalam mengaplikasikan bedak alias menor.

Baca Juga
7 Trik Memutihkan Gigi di Rumah dengan Biaya Murah
Untuk Diriku Sendiri, Terima Kasih Telah Mencintainya dan Kumohon Lupakan Dia
Ternyata Ini Bedanya Sekedar Sayang dan Sayang Banget

Fakta ini nyatanya cukup membingungkan bagi kebanyakan orang Barat. Seperti disinggung diatas, mereka justru mendambakan warna kulit yang ‘berwarna’, tidak putih pucat. Kebanyakan orang Barat pun tidak menilai kecantikan dari warna kulit.

4. Bleaching

Kegiatan mewarnai rambut dapat semakin menunjang penampilan seseorang sehingga membuatnya percaya diri. Namun jika mewarnai rambut hanya dengan mengikis lapisan rambut yang mengandung pigmen warna dengan proses bleaching, itu justru akan dianggap aneh oleh masyarakat Barat. Model warna rambut yang ‘tak selesai dicat’ (hanya sampai tahap bleaching), biasanya akan membuat mereka menatap keheranan. (Dil)