Oknum polisi pungli

MANAberita.com — AKSI pungli kembali terekam kamera saat seorang Youtubers bernama Benni Eduward memergoki seorang Polisi Lalu Lintas (Polantas) bernama Bripka Teta Ardiyansa menilang seorang mahasiswa di depan Taman Makam Pahlawan Palembang. Parahnya, usai memungut uang pungli, Bripka Teta pun tetap menilang korban dan menahan sepeda motornya.

Sebelumnya, sudah ada deretan polisi yang terlebih dahulu tercyduk menerima uang suap dengan dalih ‘membantu’ untuk dibayarkan ke pengadilan. Berikut adalah kasus serupa yang sempat viral:

1. Uang damai 30 ribu

Pada tanggal 05 Februari lalu, netizen dikejutkan dengan video pungli yang dilakukan oleh oknum polisi nakal. Dalam rekaman tersebut, ia meminta uang dengan nominal 30 ribu sebagai tanda damai. Usai video ini tersebar, polisi ini akhirnya dicopot dari jabatannya dan dipindahtugaskan oleh pihak Polrestabes Medan.

2. Sebut Pengendara anj**g karena tak diberi uang 150 ribu

Baca Juga
Terungkap! Inilah Sebenarnya Identitas Si Istri Yang Curhat di Sosmed dan Minta Diajak ke Mall
Terjadi Kembali, Buaya Sang Pengantar Jenazah
Hampir Jadi Korban Perdagangan Manusia, Curhatan Anak Dibawah Umur ini Bikin Ngeri

Warga Jakarta sempat dibuat geram dengan beredarnya video seorang polantas yang meminta uang pungli kepada seorang pemuda bernama Reza sebesar 150 ribu. Saat itu, Reza yang tak punya uang hanya dapat memberikan sebesar 50 ribu. Kesal tak mendapatkan uang sesuai keinginannya, polisi ini lantas menyebut Reza dengan sebutan anjing. Usut punya usut, diketahui polisi tersebut bermasalah.
3. Sopir truk rekam pungli

Terakhir aksi seorang sopir truk bernama Cecep merekam peristiwa tidak mengenakan yang dialaminya. Bagaimana tidak, ia ‘dipalak’ oleh oknum polisi dari Polsek Labuan Amas Selatan, Kalimantan Selatan sebesar 100 ribu rupiah. Usai videonya viral dan sampai ke Jendral Polisi Tito Karnavian, ia akhirnya mendapatkan penghargaan karena telah berani merekam dan membagikan videonya ke media sosial.

Semoga saja kejadian ini tidak terulang lagi dan oknum-oknum nakal ini mendapatkan pelajaran dari perbuatannya. (Dil)