Tyas Dryantama

MANAberita.com – SETELAH menjadi buronan hampir selama dua bulan, Tyas Dryantama (19). Seorang mahasiswa Universitas Negeri di Palembang diserahkan ayahnya ke Polda Sumsel, Sabtu (31/03) sekitar pukul 19.30 WIB.

Saat menjalani pemeriksaan di Subdit III Jatanras, Tyas mengatakan alasan kenapa dia menyerahkan diri. Ia mengaku takut ditembak mati seperti temannya, Poniman.

“Saya takut ditembak mati seperti Poniman. Tetapi sebelum Poniman dan Bayu ditangkap, saya sudah mau menyerah, karena terus dihantui rasa takut. Bahkan saya sudah sampaikan sama teman di kampus kalau saya pelaku pembunuhan sopir Go-Car,” kata Tyas, (02/04).

Tyas menceritakan perannya dalam aksi biadap tersebut, ia mengatakan korban sempat berteriak dan minta pertolongan dengan menekan klakson mobil saat lehernya dijerat. Bahkan pelaku sempat mengucapkan kata terakhir sebelum akhirnya tewas.

“Jangan bunuh saya. Kalau mau ambil uang, mobil dan harta ambillah. Tetapi tolong jangan bunuh saya. Saya masih ada anak dan istri,” jelas Tyas menirukan perkataan terakhir korban saat dalam kondisi dijerat.

Tyas menambahkan, kalau dia tetap kuliah seperti biasa setelah kejadian itu. Tyas juga mengaku takut harus menyerahkan diri. Apalagi beberapa rekannya melarang dia untuk menyerah.

“Saya ini sudah pasrah, tiap malam saya selalu dihantui rasa bersalah dan mimpi buruk. Apalagi saya ini mahasiswa dan yang lain itu pengangguran. Ya sudahlah, saya tetap kuliah seperti biasa. Terakhir dikasih saran sama teman untuk menyerah,” tambahnya.

Baca Juga
Dicueki Driver, Wanita ini Nyaris Menangis Setelah Mengetahui Fakta Mengejutkan dari Taksi yang Ditumpanginya
Pihak Jatanras Polda Sumsel Benarkan Kabar Kematian Hengki
Sadis! Bunuh 49 Wanita, Pria ini Bagikan Daging Korbannya ke Kerabat

Dari saran temannya itulah tyas berani menghubungi orang tuanya, ia ceritakan semua yang terjadi. Sebagai bentuk tanggungjawab, orang tua Tyas, Rahmat (50) langsung datang dan menyerahkan anaknya.

Orang tua saya nangis terus sampai sekarang. Saya pun nangis kalau ingat orang tua saya dan ingat saat kami jerat leher korban di mobil,” jelas Tyas.

Diketahui, Tyas merupakan satu dari empat pelaku pembunuhan Try Widyantoro (44), sopir Go-Car yang hilang pada 15 Februari lalu dan ditemukan tinggal tulang. Try merupakan Tulang punggung keluarga yang memiliki tiga orang anak, Siti (13), Khariyah (11) dan Tsabit (3) dan satu istri, Rohana. (dna)