Tyas Dryantama

MANAberita.com — SEBELUM menghembuskan nafas terakhir, Tri Widyantoro sempat berteriak ketakutan dan ikhlas jika harta serta mobilnya dibawa oleh rombongan Tyas dan teman-temannya.

Sayangnya, teriakan tersebut tak diindahkan oleh remaja yang rata-rata masih berusia dibawah 21 tahun. Salah satu pelaku yang bernama Poniman meminta teman-temannya untuk tidak usah peduli.

“Saat korban berteriak dan bersedia mengikhlaskan hartanya, Poniman malah mengatakan ‘tidak usah peduli, nanti kalau dilepaskan, dia bisa melaporkan kita kepada polisi,” ujar Tyas, memperagakan ucapan temannya yang sudah ditembak mati oleh polisi.

Baca Juga
Pesan Bubur Untuk Anaknya di Restoran, Ibu ini Terkejut Saat Temukan Pecahan Beling Dalam Makanannya
Saat Berstatus Buronan, Inilah Jimat yang Dipakai Hengki Sulaiman Untuk Menghindari Polisi
Katek Utak!!! Dua Remaja Ini Mesum Di Dalam Taksi Online

Tyas sendiri hanya bisa tertunduk sedih sembari mengingat kesalahannya. Bahkan, remaja 19 tahun itu menangis ketika kami menanyakan apakah ada rasa penyesalan setelah membunuh Tri.

“Saya menyesal, sedih kalau mengingat korban yang meminta ampun. Teringat tangisan orang tua juga saat tahu saya pelakunya,” kenang Tyas sembari meneteskan airmata.

“Saya ini anak pertama, Mbak. Orang tua saya dari pagi sampai malam di sawah demi menyekolahkan saya, tapi saya justru mengecewakan,” tutupnya sembari menghapus kristal bening dimatanya itu. (Dil)