Ilustrasi

MANAberita.com – SEORANG oknum polisi di Jepang menembak mati rekannya. Diduga oknum itu melakukan hal tersebut dikarenakan telah dibully rekannya. Kini oknum polisi tersebut telah ditangkap.

Seperti dilansir AFP, Kamis (12/04), polisi berusia 19 tahun yang namanya tidak dirilis ke publik ini telah mengakui perbuatannya.

Dituturkan juru bicara kepolisian setempat, kasus ini berawal saat seorang polisi bernama Akira Imoto (41) ditemukan tewas di sebuah kantor polisi di Hikone, Shiga pada Rabu (11/4) malam. Saat itu, otoritas setempat menyadari ada satu rekan Imoto menghilang dan mulai mencarinya.

“Sekitar pukul 01.35 waktu setempat, polisi menemukan pelaku berusia 19 tahun itu dan menangkapnya atas dugaan pembunuhan,” sebut juru bicara kepolisian setempat.

Sebuah mobil polisi yang keluar jalur ditemukan di dekat lokasi penembakan. Media lokal melaporkan pelaku berusaha melarikan diri dengan mobil polisi itu.

Usai ditangkap polisi, pelaku mengaku dirinya menembak Imoto karena di-bully secara verbal. Tidak diketahui pasti penyebab Imoto membully pelaku.

Atas kasus ini, pejabat senior kepolisian setempat meminta maaf ke publik.

Baca Juga
Demi Bisa Bebas Bekerja, Orang Tua ini Nekat Mengurung Bocah Kembar Berusia 3 Tahun di Peti Kayu
Terpaksa Berbohong Agar Bisa Kembali Bekerja, Denada Janjikan Barang Tak Terduga Ini Untuk Shakira Aurum
Video Pemukulan Terhadap Siswa Viral, Inilah Klarifikasi Sang Guru

“Bahwa seorang personel kepolisian melakukan pembunuhan dengan menggunakan sebuah senjata api yang disediakan untuknya, sungguh luar biasa disesalkan, dan kami sungguh meminta maaf pada publik,” ucap pejabat senior kepolisian yang tidak disebut namanya itu.

Pejabat ini membungkukkan badan di hadapan kamera wartawan sebagai bentuk minta maaf.

Jepang dikenal akan aturan senjata api yang sangat ketat. Sedikitnya tindak kejahatan dengan senjata api. Sepanjang tahun 2015 lalu, hanya delapan kasus kejahatan bersenjata yang dilaporkan terjadi di seluruh wilayah Jepang. (dna)