Pangeran George

MANAberita.com — SEORANG guru yang juga anggota ISIS bernama Husain Rashid (32) menyerukan kepada muridnya untuk menargetkan Pangeran George, putra dari Pangeran William.

Kejamnya lagi, mereka berniat untuk menyuntikan racun ke dalam es krim yang dijual di supermarket di Thomas Battersea, London Barat Daya.

Jaksa Annabel Darlow mengatakan: “Proposalnya tidak pandang bulu dan tidak membedakan antara orang dewasa dan anak, antara anggota pasukan tempur dan warga sipil. Sarannya termasuk menyuntikkan racun ke dalam es krim supermarket dan menargetkan Pangeran George di sekolah pertamanya.”

Sebelumnya, ia dicurigai sebagai teroris karena mengunggah foto pangeran yang masih berusia 4 tahun tersebut lengkap dengan alamat sekolahnya serta gambar teroris disampingnya dengan tulisan “Bahkan keluarga kerajaan tidak pernah sendiri.”

Pria yang berasal dari Nelson, Lancashire, menyediakan ‘e-toolkit untuk terorisme’ dalam saluran Telegram online ‘produktif’ yang ia jalankan bernama Lone Mujahid.

Dikutip dari Rakyatku, Husain juga berkomunikasi dengan teroris Inggris di Suriah bernama Ali Hussain yang memandunya merancang serangan yang sukses, termasuk menjatuhkan pesawat dengan laser.

Baca Juga
Pangeran Harry Menikah, Inilah Rombongan Pangeran di Dunia yang Masih Menjomblo dan Gantengnya Kebangetan!
Innalillahi, Bayi yang Dilempar dari Lantai 3 Akhirnya Meninggal Dunia, Pelaku Ternyata Asal Indonesia
Terjadi Lagi, Pasien di Rumah Sakit Adam Malik Meninggal Karena Ditelantarkan Staf Medis

“Dia membuat banyak posting yang mengagungkan kekejaman teroris yang dilakukan dengan sukses terhadap orang lain, dan mendorong serta menghasut pembacanya untuk merencanakan dan melakukan serangan teror yang lebih sukses,” kata Darlow.

“Ketika polisi menggerebek rumahnya, Rashid ‘melemparkan’ telepon yang berisi ‘harta karun’ bukti di dinding dan ke gang. Peneliti menemukan DNA-nya di ponsel,” tambahnya.

Telepon itu diduga mengungkapkan bahwa dia telah menggunakan Telegram, aplikasi media sosial rahasia, untuk mengambil bagian dalam ribuan obrolan. (Dil)