Memotret hantu

MANAberita.com — BIASANYA, memotret hantu memerlukan peralatan khusus dan canggih agar ‘makhluk’ tersebut bersedia menampakan wujudnya. Kamu ingin memotret hantu tapi cuma punya kamera biasa? Jangan khawatir, ikuti cara ini, yuk!!

1. Pergi ke tempat yang dianggap menyeramkan

Pertama kamu memang harus berada di tempat yang kamu anggap ada “hantu”nya.

Hal ini akan menambah prosentase kemungkinan mendapat foto hantu daripada tempat yang tak dianggap menyeramkan.

Ada seorang paranormal yang mengatakan bahwa memotret saat malam hari di sebuah rumah sakit jiwa yang sudah tua, berpeluang lebih besar mendapatkan foto hantu, karena merupakan tempat yang penuh penderitaan.

Bisa juga kamu pergi ke tempat beraura negatif, misalnya rumah tua yang kosong, atau kamar bawah tanah.

2. Siapkan memori berkapasitas besar

Untuk masalah perangkat, setidaknya kamu harus mempersiapkan kartu memori dengan kapasitas besar.

Soalnya, hantu adalah objek yang tak terlihat dan cenderung tak nampak.

Jadi, untuk mendapatkan kemungkinan foto hantu, kamu harus mengambil foto sebanyak-banyaknya di setiap tempat.

Bahkan tak perlu membidik sebuah obyek secara khusus, karena hantu bisa muncul di mana saja.

Nah kalau udah begini, butuh internal memori yang cukup besar kan?

3. Siapkan tripod

Ada kalanya kamu tak harus mengambil foto “penampakan” dengan turun langsung.

Kamu bisa menaruh beberapa kamera dengan tripod di setiap sudut ruangan berhantu.

Dengan begitu, jika ada suara-suara atau penampakan, secara otomatis akan terekam dengan sendirinya.

4. Gunakan time lapse atau Continous Shoot

Agar peluang lebih besar bisa didapat, kamu bisa menggunakan fitur Time Lapse atau Continous Shoot untuk memotret banyak secara sekaligus.

5. Ambil sikap nyaman dan tak takut

Menurut paranormal, hantu bisa merasakan rasa takut manusia.

Karena itu, hindarkan rasa takut yang muncul dan buat agar dirimu merasa nyaman.

Semakin merasa nyaman, makin semakin banyak kesempatan untuk menghasilkan foto dengan bayangan atau penampakan hantu.

6. Waktu yang tepat

Hantu menyukai tempat yang gelap, sepi, dan dingin, yang umumnya mudah ditemui saat malam hari.

Karena itu bersabarlah menunggu waktu yang tepat dan lokasi yang kria-kira disukai hantu.

7. ISO tinggi

Karena berada di lokasi gelap, gunakan ISO 800 atau lebih agar lebih banyak cahaya yang masuk.

Sebaliknya untuk kecepatan, kalau bisa diatur secara manual pilih di kecepatan 1/50 atau lebih agar tak banyak cahaya tak perlu ikut masuk.

8. Penarik perhatian

Kamu bisa membawa benda yang kira-kira disukai hantu, seperti kemenyan, dupa, boneka atau bunga-bunga untuk berziarah.

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Buah ini Ternyata Mampu Hilangkan Noda Hitam di Kulit
Bumil Wajib Baca! Inilah 5 Tanda Bayi Anda Mulai Turun ke Jalan Lahir
Ingin Cuci Muka Dengan Air Biasa? Jangan Lupa Tambahkan Bahan Alami ini!

9. Jangan gunakan lampu kilat (flash)

Terkadang, penggunaan flash akan menyebabkan objek jadi samar. Hal tersebut akan mengaburkan detail dari si objek yang hendak ditangkap.

Jadi, alangkah baiknya kalau kamu lupakan LED flash saat hendak mengangkap penampakan. Bagaimana, apakah kamu berani mencobanya? (Dil)
(Sumber: Banjarmasin Post Tribun)