Selain Dituntut 5 Miliar, Lucinta Luna Juga Diminta Lakukan ini Oleh Masyarakat Papua, Rasain!

MANAberita.com — MESKIPUN Lucinta Luna sudah menyatakan permintaan maaf, masyarakat Papua tetap melaporkan penghinaan terhadap ucapan Lucinta yang menyebut kota Manokwari dengan sebutan Non*kwari.

Dalam unggahan akun @papuabarathitz, mereka selaku masyarakat Papua geram dengan ulah transgender yang kerap membuat onar tersebut. Lucinta pun dihujat habis-habisan.

Usai dilaporkan, ada pula beberapa tuntutan yang harus dipenuhi oleh Lucinta Luna, yaitu: membayar denda adat sebesar 5 miliar, datang langsung ke Manokwari guna menyelesaikan masalahnya, kasus ini diproses secara hukum, diminta menulis pernyataan secara tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya dan ditunggu hingga tanggal 30 Mei 2018.

Rupanya, ucapan Lucinta Luna ditanggapi secara serius. Pasalnya, ia menyebut kota Manokwari dengan sebutan kotor yang memiliki arti alat kelamin hanya karena menyindir Levanna Varraiza, wanita asal kota tersebut yang dianggapnya mengikuti stylenya.

Sementara, usai kasusnya viral, Lucinta cepat-cepat membuat video perminta maafan dan mengaku jika benar-benar tidak tahu bagaimana mengucapkan kata Manokwari dengan benar. Transgender yang bernama asli Muhammad Fattah ini pun menambahkan jika dia terus menerus disudutkan oleh pemberitaan media online. (Dil)
Lihat videonya disini:

Baca Juga
Ampera Satu Jalur? Kok Bisa
Melanggar Kode Etik, Bripka Teta Disidang, Beginilah Pengakuan Korban
Ajakan Uninstall Traveloka Meluas, Ini Tanggapan Anies Baswedan

PERNYATAAN SIKAP ALIANSI MASYARAKAT CINTA MANOKWARI : 1. MENYIKAPI VIDEO VIRAL @lucintaluna TERTANGGAL 22 MEI 2018 LEWAT LIVE INSTAGRAM, YANG MENGATAKAN UCAPAN NONOKWARI YANG ARTINYA NONOK ADALAH KELAMIN PRIA. TERKAIT UCAPAN TERSEBUT, MAKA KAMI ALIANSI MASYARAKAT CINTA MANOKWARI MARAH DAN TIDAK BERTERIMA DENGAN UCAPAN TERSEBUT. 2. KAMI SUDAH MELIHAT PERMINTAAN MAAF LUCINTA LUNA PADA AKUN YANG BERSANGKUTAN. 3. MELIHAT PERNYATAAN MAAF TSB, BELUM DAPAT KAMI TERIMA DARI YANG BERSANGKUTAN JIKA, YANG BERSANGKUTAN : A. LUCINTA LUNA TIDAK SECARA LANGSUNG DATANG KE MANOKWARI, DALAM PROSES PENYELESAIAN INI MELALUI PERMINTAAN MAAF SECARA LANGSUNG TERHADAP MASYARAKAT PADA TANGGAL 30 MEI 2018. B. JIKA LUCINTA LUNA TIDAK MEMBAYAR DENDA ADAT AKIBAT PERBUATAN TSB SECARA SENGAJA ATAUPUN TIDAK SEBESAR RP. 5 MILYAR RUPIAH, DIBAYARKAN DALAM WAKTU TERTENTU SESUAI PENYELESAIAN MASALAH TSB. C. KAMI MINTA ATAS NAMA ALIANSI MASYARAKAT CINTA MANOKWARI MEMINTA APARAT PENEGAK HUKUM UNTUK MEMPROSES SESUAI ATURAN HUKUM YANG BERLAKU JIKA PIHAK YANG BERSANGKUTAN TIDAK MEMENUHI PERMINTAAN KAMI. D. KAMI MEMINTA LUCINTA LUNA MEMBUAT PERNYATAAN SECARA TERTULIS UNTUK TIDAK MENGULANGI KEJADIAN PELECEHAN/PELANGGARAN HUKUM PADA TANGGAL 30 MEI 2018 DI KOTA MANOKWARI. DEMIKIAN SURAT PERNYATAAN SIKAP INI. ALIANSI MASYARAKAT CINTA MANOKWARI. MANOKWARI, 23 – 5 – 2018.

A post shared by Visit Papua Barat – Indonesia (@papuabarathitz) on