Status Instagram Krishna Murti

MANAberita.com – AKSI Bom di Surabaya dalam 2 hari belakangan ini sangat menyita perhatian publik. Teroris-teroris yang mengatasnamakan jihad, secara sadis melakukan aksi bom bunuh diri diberbagai wilayah di Surabaya dan Sidoarjo.


Tak pelak kejadian yang membuat geram ini, menjadikan beberapa pihak memojokkan umat Islam dan atribut-atribut yang dikenakannya. Walau sebagian besar masyarakat Indonesia tidak mengkaitkan aksi teror ini dengan agama manapun.

Malam ini, Senin (14/05) postingan dari mantan Wakapolda Lampung, Krishna Murti, S.IK., M.Si di akun Instagramnya @krishnamurti_91, mendapat apresiasi netizen.

Dari pantauan @MANAberita, Krishna yang sekarang menjabat Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional (Karomisinter Divhubinter) Polri, secara lugas menjelaskan bahwa menilai seseorang itu jangan dari penampilan semata.
Berikut status Krishna :

Status Instagram Krishna Murti

 

Saya mau kasih tau semua warga masyarakat:
1. Wanita menutup aurat dg jilbab ataupun bercadar itu adalah pilihan berdasarkan keyakinan masing2.. Jadi jangan kalian cap mereka dg label tidak baik. Menutup aurat adalah kewajiban yang diajarkan nabi..
2. Laki2 yang berjenggot adalah Sunnah Rasul. Jangan kalian label mereka dengan hal2 tidak baik… Semua kembali kepada keyakinan masing2..
3. Laki2 bercelana diatas mata kaki, bukanlah identik dengan kaum radikal. Dalam Islam kita diajarkan untuk tidak menggunakan celana yang menyapu lantai. Dalam Shalat kita diajarkan untuk menaikan celana diatas mata kaki agar diterima Shalat kita..
4. Jangan label orang karena penampilan. Dan jangan juga menyembunyikan kejahatan dengan penampilan..
5. Banyak pelaku kejahatan bersembunyi dibalik pakaian bagus, dibalik batik, dibalik jas, dibalik seragam, dibalik perilaku manis..
6. Kita perang terhadap kejahatan, bukan perang terhadap manusia…
Semoga ini mencerahkan dan menghindarkan kita dari syak wasangka satu sama lain…

 

Status Krishna yang namanya mencuat pada kasus Bom bunuh diri di Sarinah dan kasus kematian Mirna Salihin ini mendapat apresiasi dari netizen.

Baca Juga
Kejam!! Disandera Teroris Selama 40 Jam, Briptu Iwan Sarjana: “Saya Dipukul Dengan Rantai dan Disiram Air Mendidih”
Allahu Akbar, Beginilah Keadaan Bocah 6 Tahun yang Menjadi Korban Ledakan Bom Pasuruan
5 Polisi dan 1 Tahanan Tewas Akibat Kerusuhan di Mako Brimob

@bymegantoro Alhamdulillaah terimakasih pak Jendral @krishnamurti_91 atas status bijaknya, sya miris dengan media massa kita, bukan mencerdaskan tp malah menggiring opini yg negatif tentang atribut agama, semoga ada rilis resmi dr pihak kepolisian yg menjelaskan kepada masyarakat agar tidak main tuduh, curiga, vonis sembarangan orng yg bercadar, berjenggot celana di atas mata kaki sebagai teroris, karena walau sebagian pelaku teror sama dalam penampilan tapi cara memahami agama sangat beda jauh, dalam manhaj salaf jangankan membuat kerusakan dengan cara bom, demo saja dilarang karena dapat mengganggu ketertiban n kenyamanan masyarakat. Semoga ada pernyataan resmi pak, soalnya udh bnyak yg jd korban asal tuduh.. Terimakasih Pak @krishnamurti_91

@afwasabila Masyaa Allah pak sampai terharu saya bacanya ,barakallah pak semoga Allah mengganjar pahala sedekah ilmu jariyah bapak , saya wanita bercadar juga , saya ikutin syariat yg insyaaAllah benar sesuai Alquran dan sunnah ,semoga Allah senantiasa melindungi kita semua ,barakallahufiik , semoga Indonesia diberkahi Allah #tetapjagaNKRI #terorisbukanislam
@nunucinta705 Setujuuu ndan ,sy sedih agama saya dirusak oleh segelintir org gila yg mengatasnamakan agama ,,bagaimana bisa masuk surga jika kita mati dgn cara bunuh diri aplgi smbil membunuh orglain yg tdk bersalah (bom bunuh diri) tdk ada ajaran dlm agama sy untuk membunuh org lain yg tdk bersalah bahkan kepada tawanan perangpun kita diwajibkan untuk berbuat baik ,,org yg seagama dgn saya adalah saudara dlm iman dan mereka yg tdk seagama dgn saya adalah saudara dlm kemanusiaan ,jangan mau kita diadu domba oleh org gila 😥😥😥😥😭😭😭😭

@tutiadiwirya Jempol buat bapak. Kajian nya sudah tinggi