Keluarga Dita

MANAberita.com — SEBELUM melakukan aksi bom bunuh diri pada tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/05) kemarin, Dita sempat membisikan sesuatu di telinga putra keduanya hingga menangis ketakutan.

Sempat menjadi tanda tanya, akhirnya salah seorang warga sekitar mengungkap apa bisikan terakhir yang diucapkan Dita Supriyanto pada anaknya yang nomor dua, Firman Halim (16) setelah sholat subuh sebelum pengeboman.

“Dia bisikan sabar ya, Nak. Ikhlaskan,” ujar Khorihah, Wakil Ketua Takmir Musala Al Ikhlas di kompleks Perumahan Wisma Indah.

Usai membisikan, sang ayah segera memeluk Firman yang menangis tersedu-sedu karena diduga takut. Diketahui Dita dan anak-anaknya kerap melakukan sholat di mushalla. Keluarganya pun cukup bergaul dengan lingkungan.

Baca Juga
Diduga Pramugari Salah Dengar, Inilah Ucapan Sebenarnya Pria yang Disebut Membawa Bom
Pasien Butuh Darah Ketika Operasi, Keluarga Terkejut Saat Dapati Bank Darah Sepi Tanpa Penghuni, Alasannya Buat Geram
Ungkap Kronologi Ledakan Bom Pasuruan, Cerita Emak-Emak ini Bikin Ngakak: “Saya Kira Ban Mbledos!”

”Magrib, Isya, dan Subuh, Dita pasti salat di sini. Anaknya malah Duhur dan Asar juga (salat) di mushalla,” tambah Khorihah, dilansir dari Suratkabar.

Meskipun begitu, Dita dan kedua anaknya memiliki kebiasaan datang ke musala selepas iqamah atau saat surah Al Fatihah dibacakan. Begitu juga halnya setelah salat, mereka langsung pulang. Mereka tidak pernah ikut berdo’a bersama. Para jamaah sudah sangat hafal dengan perilaku mereka itu.

Seperti yang diketahui, Dita bersama keluarganya menjadi tersangka pengeboman pada tiga gereja di Surabaya hingga menimbulkan puluhan korban. Pria berusia 47 tahun ini bahkan tega mengorbankan anak-anak serta istri, diantaranya: Puji Kuswati (Istri), Fadilah Sari (12) Pemela Riskika (9) serta kedua anak laki-laki mereka, Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16). (Dil)