Tradisi jelang Ramadhan di Indonesia

MANAberita.com — BULAN Ramadhan tinggal menghitung hari. Dibulan inilah umat islam diwajibkan menahan haus, lapar serta hawa nafsunya mulai dari sebelum terbitnya fajar (pukul 03.00 pagi) hingga datangnya waktu magrib.

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, beberapa kota di Indonesia memiliki tradisi unik, lho. Apa saja? Yuk simak ulasan yang dilansir dari berbagai sumber.
– Munggahan

Munggahan

Tradisi munggahan biasanya dilakukan oleh keluarga dari tanah Sunda, tradisi menyambut bulan Ramadan ini selalu dilakukan setiap tahunnya. Masyarakat Sunda di Jawa Barat memanfaatkan momen seminggu atau dua minggu sebelum bulan puasa untuk berkumpul bersama orang-orang terkasih. Bukan hanya bersama keluarga munggahan ini juga bisa dilakukan dengan teman-teman dan rekan kerja. Di dalam munggahan biasanya ada satu momen untuk saling meminta maaf untuk mempersiapkan diri menuju bulan puasa yang suci.
– Padusan

Padusan

Salah satu cara yang dipercaya untuk bisa menyucikan diri adalah dengan cara mandi atau berendam di laut atau sumber-sumber air yang dianggap kramat. Masyarakat Boyolali juga masih mempercayai tradisi seperti ini. Setiap menjelang bulan Ramadan masyarakat Boyolali akan beramai-ramai mendatangi air terjun atau sumber air lainnya yang dianggap kramat. Mereka akan beramai-ramai mandi dan berendam di sumber air ini karena kepercayaan mereka air bisa menyucikan diri sebelum masuk ke bulan puasa.
– Ziarah Kubro

Baca Juga
Sering Merasa Diganggu dan Ada Aura Negatif di Rumah? Deteksi Pakai Air Garam Saja!
Jerawat di Area Kewanitaan? Ternyata ini Penyebabnya!
Jangan Dijadikan Pacar! 7 Pria ini Hanya Layak Untuk Menjadi Sahabat, Bukan Kekasih!

Ziarah Kubro

Ziarah Kubro merupakan tradisi masyarakat muslim Palembang dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Ziarah kubro berlangsung selama 3 hari dan mengunjungi makam para leluhur-leluhur serta habaib. Puncak acaranya akan berkumpul di kawasan Kawah Tengkurep, 3 Ilir pada hari terakhir. Tak hanya masyarakat Palembang, Ziarah Kubro puj dihadiri oleh tamu mancanegara seperti Tarim, Madina, Malaysia, Mesir, Singapura dan Brunai. Setiap tahun jumlah tamu akan terus meningkat. Pada 2018 sendiri, diperkirakan ada 10 ribu masyarakat yang meramaikan acara ini.
– Megengan

Magengan

Surabaya juga punya tradisi unik yang wajib dilakukan setiap menjelang bulan puasa. Tradisi Megengan ini masih dilakukan sampai sekarang. Megengan adalah kegiatan memakan kue apem sebagai bentuk menyucikan diri. Apem ini mirip dengan pelafalan kata ‘afwan’ dari Arab yang mempunyai arti maaf. Selain memakan kue apem warga juga melakukan tahlilan untuk mendoakan mendiang saudara yang terlebih dahulu pergi.
– Dugderan

Dugderan

Tradisi Dugderan adalah tradisi yang paling terkenal di Jawa Tengah dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi dugderan ini berasal dari kata ‘dug’ dan ‘der’, dug diambil dari suara bedug yang ditabuh berkali-kali selama Ramdhan. Sedangkan der, berasal dari suara dentuman Meriam. Tradisi dugderan ini sudah dilakukan beraus-ratus tahun yang lalu. Biasanya digelar ketika satu sampai dua minggu menjelang bulan Ramadhan tiba. (Dil)