Titik Choriyah

MANAberita.com — SEORANG ibu tiga anak menceritakan pengalaman pahitnya ketika diselimgkuhi suaminya sendiri selama 10 tahun dan kerap menjadi sasaran KDRT.

Titik Choriyah, harus berjuang dengan pahitnya kehidupan sendirian setelah suaminya selingkuh ketika ia tengah mengandung anak ketiga. Saat tengah hamil, perut Titik bahkan pernah diinjak-injak

Ketika melahirkan, ia pun tak luput dari siksaan suami hingga saat tengah menyusui bayinya, punggung Titik ditendang dan membuat bayinya terlempar ke lantai.

Karena tak tahan, ia sempat pindah ke Sukabumi sementara suaminya lari bersama pelakor ke Kalimantan. Namun, ketika suaminya sakit ia justru kembali kepada Titik hingga ia rela menjual motornya agar ayah dari anak-anaknya kembali.

Baca Juga
Tua-Tua Keladi, Emak-Emak ini Justru Bangga Jadi Pelakor dan Sebut Istri Sah Tidak Sadar Diri
Siapkan Tissu! Inilah Deretan Film India Tentang Keluarga yang Berhasil Membuat Banyak Orang Menangis, Sedih Banget!
Detik-Detik Ibu Bhayangkari Cyduk Suaminya Kumpul Kebo Dengan Pelakor yang Berstatus Mahasiswi

Ketika sehat, pria ini bukannya sadar tapi justru kembali ke pelukan pelakor. Kini, setelah 10 tahun lamanya bertahan, Titik akhirnya ikhlas melepaska. Berikut curhatan Titik.

@Titik Choiriyah: “aku Sholeh menjadi suami apa belum cukup penderitaanku penderitaan anak-anakku karena kalian? Bertahun-tahun sudah kau bikin kami menderita karena keegoisan kalian,aku hamil sering ditinggal,pamit kerja tidak taunya dipakai selingkuh juga,hamil 7 bulan diinjak-injak perutku oleh suamiku sendiri Tanpa ampun,ditampar sampai keluar darah dari bibir dan pelipisku,anak2ku pun tak luput dari amukannya hanya untuk belain kau pelakor. Aku melahirkan sendiri bayiku,membawa 2 balita,miris..Untung ada om dan Tante yang bersedia mengantar dan menjemputku,menjagai anak-anak sewaktu aku berjuang melahirkan anakmu,sakit perih tapi lebih lagi sakit perihnya hatiku,dari siang sampai malam ku terjaga,tak ada yang menemaniku,20 menit selepas ku melahirkan ku pergi kewarung untuk belikan mereka berdua jajan,susu agar aku bisa istirahat sejenak,bajuku,darahku pun aku cuci sendiri,kemarin melahirkan hari ini aku sudah bisa naik motor,tak ada siapapun dirumah hanya mereka bertiga lah yang menemaniku,boro2 mau enak2 sama tukang pijit,selonjoran pun aku tak punya waktu….Setelah bayiku 4 hari kau datang suamiku,bukan lagi ucapan selamat yang aku dapatkan,kau sibuk dengan hapemu,dengan selingkuhanmu..ku tegur ah…aku hanya dapat tendanganmu,kau tendang punggungku meski aku sedang menyusui bayiku.. hingga bayiku terlempar dilantai..tak sampai disitu,kau bawa pisau,kau ancam aku dan anak-anak,sedihnya perasaanku..betapa takutnya anak-anak waktu itu kau pun tak peduli kau pukul kami lagi dan lagi…kau telpon ibumu kau ingin menceraikan aku,aku pun tak peduli dengan banyak lebam ditubuhku,aku hanya takut akan aku bawa kemana anak-anakku yg masih kecil2 ini..3 balita sementara aku tak bisa mencari uang sama sekali… Waktu,hari berjalan begitu saja,seolah tidak terjadi apa-apa,kau suamiku sibuk diluaran sana,bilang kerja ternyata juga sibuk dengan asmaramu..bilang kerja tidak taunya sibuk telpon2nan,cengengesan dengan selingkuhanmu,aku dirumah sibuk dengan 3 balita,dengan popok2 mereka.. Tgl 26 Oktober 2014…bayiku baru berusia 26 hari,kau tega suamiku kau pergi kabur kekalimantan dengan selingkuhanmu,kau tinggalkan aku dengan ke3 anak balitamu,uang pegangan 350rb…seminggu tak ada kabar,ternyata semua orang mencarimu,mencari perempuan selingkuhanmu…ah lagi aku tak percaya dengan siapapun,aku hanya percaya denganmu,pandai sekali kau suamiku meyakinkan aku dengan sumpah2 dustamu. Hari berganti hari,ah ternyata hidup dikota besar berat,aku tak bisa karena tidak bisa apa-apa,ahirnya aku nekat membawa anak2 pindah kesukabumi,disukabumi jam 2 malam kami pergi naik mobil pickup…disini awal semuanya,seumur hidup tak pernah mencari uang disini aku harus mencari uang demi kelanjutan kami ber4,aku dan anak-anakku… mengumpulkan uang seribu dua ribu,kami ber4 sama2 berjuang menjalani kerasnya hidup. Merasa…ingin hidup yang lebih baik lagi,ahirnya kami pindah lagi kecikarang…sama,semuanya butuh perjuangan,perjuangan yang sangat melelahkan tak terasa sering menetes air mataku,betapa beratnya beban hidupku ini harus ku pikul sendiri..melihat anak-anakku harusnya bahagia tapi tumbuh menjadi seperti anak-anak yatim,remuk rasa hatiku dikala mereka menangis menanyakan ayahnya..mengapa teman2nya ada ayahnya sementara kita cuma punya Mama. Setahun sudah berlalu kau pergi suamiku,ahirnya kau datang lagi kepada kami,bahagia hatiku walaupun kau datang dalam keadaan sakit,kurus sekali… mungkin selama ini obat2an yang aku kirim belum bisa menyembuhkan sakitmu, ku lihat kau lemas sekali jangankan untuk menggendong anak2mu,untuk berjalan sendiri pun langkahmu gontai,tapi tak mengapa kau ada untuk kami,seminggu berjalan..ah ternyata kau sakit,harus dirawat..dan ahirnya betul dirawat dirumah klinik,2 Minggu berlalu..ibumu datang menjemputmu,hatiku hancur,entah kapan kau akan lagi bersamaku,kita bisa bersama2 membesarkan anak-anak kita..demi kesembuhanmu aku ikhlas menjalani hidup tanpamu,hanya dengan anak-anak saja..ah ternyata kau hidup lagi dan lagi dengan selingkuhanmu. Pintar sekali kau suamiku,membuat diriku terlihat bodoh dimata orang…kau sakit,kau hidup dengan selingkuhanmu tapi obat aku yang kirim… motor sudah habis ku jual untuk tebus obat2mu,tak peduli pada ahirnya kami ber4 harus berjalan kaki kemanapun,aku menggendong,menuntun kiri kanan ah tak jarang aku dicibir orang,itu tak penting yang penting ada obat untuk dirimu,terkadang ku sisihkan uang sedikit demi sedikit tak jarang anak-anak ku kasih nasi dengan air dan garam… Alhamdulillah banyak orang yang menyayangi kami seperti saudara mereka sendiri… walaupun kami seperti sebatang kara diperantauan hidup kami tak kesepian. Nasib ternyata belum berubah,lagi dicikarang ini..aku tak mampu bertahan,ahirnya aku putuskan pindah,pindah ketambun Bekasi..setahun berlalu kami disini ahirnya kau kembali juga,masih tetap sakit dan kabar perselingkuhannmu,aku tak peduli apa kata orang,yang penting anak-anak ada ayahnya,aku berusaha berdamai keadaan,hati ini sakit tapi buatku perasaan anak-anak lebih penting. Hari berganti hari,bulan berganti bulan hatiku curiga,tapi aku tak mau menyiksa batinku,ku biarkan…ah hatiku terasa remuk dan hancur dikala kau sakit,aku yang mencari uang buat semuanya ternyata kau diam2 sembunyikan selingkuhanmu,dan mirisnya tak jauh dari sini… marah,benci,kecewa..ku lampiaskan semuanya,baju2mu,berkas2mu ku gunting semua…berapa kali aku berusaha bunuh diri,dari gantung diri,kerat nadi sampai direl kereta api..? Kau tau itu. Setiap hari minum obat tidur,obat penenang,aku seperti orang gila..rambutku pun aku potong habis dengan pisau,sudah beratnya penderitaanku tapi ternyata tak cukup untukmu…kerja 2 hari mengaku seminggu,kuat sekali aroma kebohongan dan penghianatan,kemanapun kau bawa selingkuhanmu kami hanya diam Dirumah saja,kau bilang pergi kerja ternyata sibuk kehotel,kebioskop,kemall,ketempat pariwisata..aku dirumah hanya sibuk dengan puzzle anak-anakmu Aku tersadar,diam,berfikir… kalau aku seperti ini terus menerus kasihan anak-anak,konflik batin berat,ahirnya aku lagi dan lagi,terus berusaha…berdamai dengan keadaan,ku datangi Selingkuhanmu yang kau bilang sudah menjadi istrimu…tak mengapa,tak ada salahnya barangkali aku bisa bahagia,walaupun harus dimadu. Ternyata aku salah suamiku… Pelakor tetaplah pelakor,tidak ada orang ketiga selalu mau diposisinya,aku bukan malaikat atau Manusia suci tapi aku sudah berusaha menjadi orang yang baik..tak peduli KDRTmu,penghianatanmu,caci makimu,sumpah serapahmu..aku terus berusaha…dan kini.. hampir 10th aku berusaha ternyata sia2,aku sudah melakukan semampuku aku berharap kau melakukan bagianmu ternyata aku salah…janjimu manis dibibir tapi selingkuhanmu itu,ah kalian sama saja. Sekarang biarlah berjalan semestinya,aku dan anak-anak sudah tak mampu untuk menjalani,melanjutkan semuanya,aku sudah mengengikhlaskan semuanya,bahagialah dengan selingkuhanmu dan biarkan kami mencari kebahagiaan yg lainnya… semoga keluarga dan semuanya mengerti. dan buat kau pelakor SITI SUNDARI binti SUWARNO Dari SILAUMALELA,SIMALUNGUN,PEMATANG SIANTAR,MEDAN… yang sekarang tinggal DICIKUNIR,JATIBENING,BEKASI..kalau kalian berantem,terus dipukul yang kau bilang suamimu itu,janganlah kau labrak aku,kau kata2i aku macam2,suami sudah aku kasihkan,hidupmu ditanggung sama suamiku, sedang buat anak-anaknya saja aku sendiri masih cari uang,waktuku kau ambil juga,anak2ku sampai seperti anak-anak yatim. Bersyukurlah sebelum nikmatnya dipangkas Allah,” tulisnya.

Semoga Titik dan anak-anaknya mendapatkan yang terbaik, ya. Teruntuk suaminya serta pelakor, semoga balasan segera menimpa kalian. (Dil)