Segitiga Bermuda

MANAberita.com — SEGITIGA Bermuda memang dikenal angker dan memiliki banyak cerita mistis. Konon katanya, jika masuk ke Segitiga Bermuda maka orang tersebut tidak akan keluar lagi. Begitu pula jika ada pesawat ataupun kapal laut yang tak sengaja memasuki tempat tersebut.

Namun, dua orang ini bisa dikatakan sangat beruntung bisa keluar dari Segitiga Bermuda dan membagikan kisahnya pada kita. Seperti apa sih keadaan tempat misterius itu? Yuk simak!
Bruce Gernon

Cerita Bruce Gernon bermula saat ia akan terbang bersama ayahnya dan rekan bisnisnya, Chuck Lafeyette. Mereka terbang dari Andros Town Airport di Bahama menggunakan pesawat Beechcraft Bonanza A36.

Saat mereka terbang di dekat Pulau Bimini, Bruce melihat ada sebuah awan. Puncak awan ini setidaknya ada di ketinggian 18 km di atas permukaan laut.

Awan itu juga terlihat seperti muncul dari permukaan Bumi.

Bruce pikir mereka bisa terbang memutari awan tersebut. Tapi setelah kira-kira 10 km melewatinya, awan tersebut membentuk lengkungan sempurna.

Setelah beberapa menit, semakin terlihat jelas kalau awan yang ada di Andros dan Bimini adalah awan yang sama. Awan tersebut berbentuk seperti donat dengan diameter kira-kira 48 km.

Setelah terbang selama 20 km, Bruce melihat jalan keluar berbentuk U di sebelah barat awan tersebut.

Ia pun mencoba keluar melalui jalan tersebut. Mereka berada di dalam sebuah terowongan selama 20 detik sebelum muncul di ujung satunya.

Selama sekitar lima detik di dalam terowongan tersebut Bruce merasa ringan seperti melayang dan kecepatan momentum bertambah.

Saat keluar, Bruce sadar bahwa ia telah terbang selama 34 menit.

Itu berarti dari Andros Town Airport sampai ke Palm Beach hanya memakan waktu 47 menit. Padahal seharusnya jarak tersebut ditempuh dalam waktu 75 menit.

Bagaimana caranya mereka bisa menempuh jarak 402 km hanya dalam waktu 47 menit? Inilah misterinya. Tapi mereka berhasil keluar dari Segitiga Bermuda dengan selamat.
Cary Gordon Trantham

Cary Gordon Trantham memang sudah biasa menerbangkan pesawat. Namun ada satu pengalaman tidak biasa ketika ia harus melewati kawasan Segitiga Bermuda.

Cary berencana terbang dari Naval Air Station di Key West menuju ke Ormond Beach.

Saat ia terbang di atas laut, Cary teringat seorang pilot yang memperingatkannya tentang dead air space.

Area ini berada di atas teluk antara Keys dan Florida. Di area ini ia kehilangan kontak dengan radio.

Saat perjalanan ke Ormond Beach, Cary sampai dengan selamat. Namun saat perjalanan pulang, ia mengalami masalah.

Cary diberitahu untuk mengubah rutenya karena diperkirakan akan ada badai. Saat terbang di atas Naples, Cary mulai kehilangan kendali atas pesawatnya.

Ia tidak bisa lagi melihat batas langit dan laut. Semuanya benar-benar gelap.

Kompas di pesawatnya tidak berfungsi. Pengukur ketinggiannya pun terus berputar-putar seperti rusak.

Cary mencoba mengendalikan pesawatnya. Ia mencoba menghubungi radio pengontrol tapi tidak berhasil.

Baca Juga
Sering Dianggap Enteng, Ternyata Inilah Penyebab Jauh dari Jodoh
Kejam! Tak Hanya Tusuk Anusnya Dengan Besi, Bobotoh Juga Siksa Haringga Sirla Menggunakan ini
Sindir Pemerintah, Curhatan Guru Honorer Tentang Gaji 150 Perbulan Ini Bikin Netizen Acungi Jempol

Ia sempat membayangkan bagaimana kalau ia tidak selamat. Akhirnya, setelah naik 4000 kaki (1219 m) dari posisi awal, Cary berhasil terhubung dengan radio pengontrol.

Ia juga mulai bisa melihat cahaya lampu di bawahnya. Ia merasa beruntung sekali bisa selamat setelah melewati Segitiga Bermuda. (Dil)

(Sumber: Intisari Online)