Keji! Hanya Karena Rewel, Ayah Tiri Tega Banting dan Aniaya Bayi Hingga Tewas

MANAberita.com — SEORANG pria tega membanting bayi yang baru berusia 18 bulan bernama Hilal Rifai hanya karena kerap rewel. Padahal, bayi tersebut adalah anak tirinya sendiri.

Ayah tirinya tersebut bernama Olih Solihin (32), warga Kampung Sampalan Lega, Desa Cintawangi,Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya.

Akibat aksi kejinya, Hilal tewas setelah dibanting ke lantai dan mengalami kejang-kejang, Kamis, 28 Juni 2018 siang.

“Tadi malam kami berhasil menangkap seseorang, yang diketahui ayah tiri dari korban yang berusia 18 bulan. Pelaku diduga kesal karena korban sering menangis dan rewel. Perbuatan tersebut dilakukan oleh ayah tirinya sendiri yang langsung membanting korban ke lantai, di sulut rokok, ditampar dari pipi, kaki hingga membenturkan kepalanya pada dinding tembok,” ujar Pribadi Atma, dikutip dari Pikiranrakyat.

Untuk meyakinkan perbuatan tersangka, Satreskrim Polres Kabupaten Tasikmalaya melakukan visum kepada korban. Hasil visum menguatkan bahwa korban memang diduga dianiaya oleh ayah tirinya.

“Informasi dari keterangan saksi, korban bahkan sempat disolder juga. Dari hasil visum kita dapati, ada luka memar di pipi, pinggang, pantat. Kepala juga memar sedikit. Kemungkinan korban meninggal karena sesak nafas, dan saat di bawa ke rumah sakit tidak terselamatkan,” kata Pribadi.

Atas tindakan OS, pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara atas pasal 80 juncto C, Undang-Undang RI nomor 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 22 tentang perlindungan anak.

Baca Juga
Anaknya Dianiaya, Heriyanto Laporkan Ikhsan ke Polisi
Kreatif Abis! Dua Pria ini Cover Lagu Pakai Alat Seadanya, Vokalisnya Bikin Ngakak!
Awalnya Tak Ada yang Aneh, Namun Warganet Dibuat Merinding Usai Menyadari ini

“Pelaku sudah kami amankan di Polres Kabupaten Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Pribadi.

Sementara itu ibu kandung korban, UA (33) mengatakan, pelaku telah melakukan penyiksaan kepada anaknya sejak 4 bulan lalu. Saat anaknya menangis, OS langsung menyiksa anaknya.

“Saya sering lihat sendiri kelakukan bapaknya, saya sangat terpukul. Dia harus bertanggung jawab dengan balasan yang setimpal,” kata UA. (Dil)