Nenek Manih hamil

MANAberita.com — SEMPAT menghebohkan netizen karena pernikahan beda generasi, pasangan asal Bogor bernama Ade Irawan (28) dan Manih (78) tahun kembali menggegerkan publik karena nenek tua tersebut dinyatakan hamil.

Warga Kampung Cipicung RT 11/ 4, Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor ini sempat meminta doa kelancaran sang istri melahirkan dan kandungan Manih telah berusia 7 bulan.

Mulanya, Manih kerap merasa mual sehingga suaminya memutuskan membawa ke bidan. Saat itu, bidan menyatakan Manih hamil.

“Pas diperiksa ke bidan ternyata ada istri saya sedang hamil, dan udah tiga bulan,” ujarnya. Ia pun mengungkapkan bahwa saat ini usia kehamilan Manih sudah memasuki bulan ke tujuh.

“Iya sudah tujuh bulan, sejauh ini ke bidan sudah periksa tiga kali, kemudian ke paraji juga sudah tiga kali,” ungkapnya.

Kabar ini akhirnya sampai ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Bogor dan memutuskan untuk melakukan pemeriksaan USG pada Manih.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bogor, Dede Agung mengatakan bahwa pada hari ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan Ultrasonography (USG) terhadap Manih.

Hasilnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kehamilan pada Manih.

“Tadi di USG sama spesialis kandungan, hasilnya secara reproduksi tidak ada tanda kehamilan, fisiknya masih dalam batas normal untuk ukuran rahim seorang ibu dengan umurnya,” ujarnya, Selasa (12/8/2018), dikutip dari Pos Kupang melalui TribunBogor.

Mengenai ukuran perut Manih yang membesar, kata dia, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebabnya.

Baca Juga
Nyinyiri Pelecehan yang Dilakukan Marko Simic pada Via Vallen, Melly Bradley ‘Ditampar’ Netizen
Buset!! Dua Pria Adu Jotos Karena Mobile Legend, Dibawa ke Kantor Polisi Pun Masih Bertengkar
Yuk Intip! Manfaat Coklat Untuk Kesehatan

Namun menurutnya, pembesaran perut yang dialami Manih berkaitan dengan faktor usia.

“Posisi perut sudah tidak persis pada posisinya seperti yang masih muda, kelenturannya, tapi bisa juga karena faktor lain seperti sistem saluran pencernaannya,” paparnya.

“Yang pasti kita masih melakukan pemantauan dan mengikuti perkembangan, akan terus dievaluasi,” terangnya. (Dil)