Manasik haji PGIT dan TKIT Al Furqon Palembang

MANAberita.com — PADA Jumat (07/09) pagi tadi, rombongan Playgroup Islami Terpadu (PGIT) dan Taman Kanak-kanak Islami Terpadu (TKIT) Alfurqon Palembang mengadakan acara manasik haji serta i do care di halaman sekolah mereka di jalan Sukamto 1332, Kemuning, 8 Ilir, Ilir Timur II, Palembang.

Tak hanya dihadiri oleh murid PGIT dan TKIT Al Furqon saja, acara ini pun turut diramaikan dengan kedatangan murid dari TK Bintang Kecil dan Paud Sukawinatan untuk melakukan manasik haji.

Dihadiri lebih dari 200 murid, terlihat sekali keseruan serta antusias anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun ini dalam mengikuti serangkaian acara, mulai dari berfoto, menaiki miniatur pesawat yang seolah akan membawa mereka ke Mekkah, tawaf, sai, sholat, lempar jumroh, wukuf, hingga prosesi menyembelih hewan kurban.

Meskipun ada beberapa anak yang menangis saat acara berlangsung, namun program tahunan ini berjalan dengan lancar dan dijalankan oleh para peserta manasik haji anak ini.

Tahun ini, PGIT dan TKIT Al Furqon sengaja mengajak murid dari TK Bintang Kecil serta Paud Sukawinatan untuk berbagi kebahagiaan pada mereka. Mengingat, ada salah satu dari antara sekolah tersebut yang murid-muridnya berasal dari keluarga menengah ke bawah.

Bunda Sartika, selaku kepala PGIT dan TKIT Al Furqon menjelaskan bahwa kegiatan ini ingin mengajarkan kepedulian dan berbagi ke sesama pada murid-muridnya.

“Kegiatan ini kan kegiatan tahunan, jadi tahun ini kita gabungkan sekalian manasik haji dan i do care untuk mengajarkan tentang berbagi, dan harapannya agar semua rukun hajinya terasa lengkap,” ujarnya.

Baca Juga
Sule Digugat Cerai Istri, Ternyata ini Alasannya!
Mengharukan! Polwan ini Tetap Bertugas Saat Ijab Kabul, Alasannya Bikin Mewek
Selamat Usai Terombang Ambing Semalaman di Laut, Beginilah Keadaan Bayi Ibnu

“Kegiatan i do care ini sudah berjalan sejak 4 tahun lalu dan berasal dari uang infaq murid-murid di Al Furqon, uang inilah yang kita belikan bingkisan dan dibagikan dengan murid dari sekolah yang kurang mampu. Biasanya, kita yang mendatangi sekolah yang hendak diberikan bantuan, kali ini kita gabungkan i do care-nya dengan manasik haji.”

Sementara itu, Adiba, salah satu murid yang duduk di kelas Little Bee menuturkan jika ia senang dengan kegiatan ini.

“Senang, banyak temannya,” ujar Adiba polos sembari menunggu jemputan pulang dari orang tuanya. (Dil)