Pengeroyok Haringga Sirla

MANAberita.com — NIAT hati ingin kibuli polisi, sejumlah pengeroyok Haringga Sirla justru masuk perangkap sendiri. Perilaku sejumlah pengeroyok Haringga Sirla ini bak bunglon yang gagal bersembunyi.

Awalnya mereka menghindari kecurigaan polisi atas meninggalnya Haringga Sirla, suporter Persija Jakarta di GBLA, setelah laga panas Persib vs Persija, pada 23 September lalu.

Namun, pada akhirnya pengeroyok Haringga Sirla tak bisa berkutik karena bukti video viral pengeroyokan itu.

Wajah pengeroyok Haringga yang terekam dalam video viral itu, membungkam beragam alasan dan jejak yang dihilangkan mereka.
Berikut ini kelakuan pengeroyok Haringga Sirla bisa diringkus polisi yang dilansir dari Tribun Jabar.

1. Pura-pura Teriris Pisau dan Kena Pagar

Setelah polisi memeriksa TKP pengeroyokan Haringga Sirla dan mendapatkan bukti berupa video kejadian itu dari saksi, mereka berpencar mencari pelaku.

Ada dua pemuda yang mencuri perhatian polisi karena bercak darah di tangan mereka. Saat ditanya polisi, pemuda pertama berasalan tangannya itu terluka karena teriris pisau.

Walaupun ditanya polisi berulang kali, pemuda itu kukuh tangannya berdarah karena pisau saat mengiris singkong di rumahnya.

Sementara itu, polisi melihat bercak darah pun tertinggal di jaket denim yang dikenakan pemuda itu.

Polisi pun mencocokkan jaket denim yang dipakai pemuda itu ternyata terekam lewat video pengeroyokan Haringga Sirla.

“Nanti kalau benar ada di videonya, kamu enggak bisa mengelak,” kata seorang petugas.

Sambil terlihat sedikit kaget, pemuda itu justru mengiyakan pernyataan polisi itu sambil mengangguk.

Kemudian, pemuda lain yang menjadi sorotan yang meninggalkan bercak darah pada celananya. Pemuda itupun terluka dan sempat dibantu polisi saat memakaikan plaster ke jari tangannya.

Pemuda itu mengaku terluka karena terkena pagar. Ia beralasan bisa tergores pagar karena terdorong orang banyak.

“Kalau darah ini mah dari tangan saya Pak,” kata pemuda bertopi itu.

Polisi pun semakin curiga dan menyebut dia pintar berbohong.

“Saya engga tahu Pak, saya tidak megang hp,” ujarnya membela diri.

“Kamu pasti pegang balok ada pakunya ini,” kata seorang petugas.

Ia pun mengelak terus-menerus dan mengaku sudah diobati tim medis saat terluka kena pagar. Akhirnya setelah dicecar habis-habisan, ia pun mengaku.

“Ia ikut (mukul),” ujarnya.

Ia baru sadar setelah melihat dirinya terekam video saat memukul korban menggunakan kepalan tangannya.

“Kamu baru lihat video, baru ngaku kamu,” gumam seorang petugas.

Dari saku pemuda itu, ditemukan sebuah sejata tajam berupa keling. Namun, pemuda itu mengaku tak menggunakan keling itu untuk menyerang korban.
2. Hidung Berdarah Sampai Sepatu

Ada lagi seorang pemuda yang dicecar polisi karena bercak darah yang terlihat mencolok dari sepatu putihnya.

“Ini (darah) dari mobil Pak waktu berangkat,” kata pemuda itu.

Ia mengaku tak tahu ada kejadian pengeroyokan suporter Persija Jakarta karena berangkat ke stadion GBLA lebih siang.

“Ini darah dari hidung Pak. Lagi minum darahnya keluar. Saya di pinggir lagi diem,” ujarnya lagi mengelak.

“Katanya dari mobil, saya tanya sekali lagi di mana mobilnya pada saat itu? Ini nanti kan dicek, terus (ketahuan) darah korban. Terus kamu sekarang berbohong,” tanya polisi.

Namun, pemuda itu terlihat kukuh, tapi kukuh tak tahu apa-apa sambil memperlihatkan tatapan tajam.
3. Ganti Baju Berlaga Pahlawan

Kemudian, petugas menemukan lagi pemuda yang mencurigakan karena sedikit bercak darah di sepatunya.

Namun, pemuda berswiter biru dan bercelana loreng itu terlihat cakap menjelaskan pembelaan. Ia mengaku membantu menengahi keributan pengeroyokan Haringga Sirla dan melindungi korban.

“Kalau ikut (ngeroyok) pasti sudah kena baju dan celana semua,” kata pemuda itu.

“Posisi korban udah enggak bisa apa-apa, kan ada yang misahin toga orang. Pas dilihat ternyata benar suporter Persija, ‘nanti jangan dulu main hakim sendiri’,” ujarnya.

Ia mengaku keributan itu tak tertahan dari belakangnya.

“Saya tahan tapi dari belakang rusuh sampai saya juga kena Pak,” ujarnya membela diri.

Namun, pembelaan diri itu tak ada gunanya. Wajahnya justru tampak jelas terekam dalam bukti video yang dikantongi polisi.

Pada video tersebut, pemuda itu mengenakan baju putih. Ia terlihat membakar kartu identitas suporter korban, kemudian menyerang korban.

“Kamu mau jelasin apa lagi, dari pertama kamu itu yang paling buas, paling beringas,” kata seorang petugas.

Namun, pemuda itu ngotot bilang tak tahu. Polisi pun menyentil ia sengaja ganti baju karena baju sebelumnya banyak meninggalkan darah.

“Banyak darah itu karena saya merangkul Pak, bukan ikut nonjokin,” ujarnya ngotot.

Akhirnya, setelah diperlihatkan video pengeroyokan, pemuda yang mengganti bajunya itu tak bisa mengelak lagi.

“Sebelumnya saya ngerangkul Pak. Habis itu memang saya mukul Pak,” ujarnya mengaku.
4. Berubah Botak Hilangkan Jejak

Selain penangkapan pengeroyok Haringga Sirla langsung di TKP pada hari kejadian, polisi pun kembali membekuk sejumlah pelaku lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari enam pelaku pengeroyokan, ada satu orang yang berusaha menghilangkan jejak.

Aldiansyah, pemuda berusia 21 tahun yang berhasil ditangkap di Indramayu. Rupanya, ia memangkas rambutnya sampai botak sehingga terlihat jelas perbedaannya.

Baca Juga
Dianiaya Pacar Hingga Nyaris Meninggal, Wanita Ini Justru Enggan Lapor Polisi, Alasannya Bikin Haru
“BH Istri Gue!” Cuitan Suami Tentang Pasangannya ini Bikin Kaum Pria Ngelus Dada
Kesal Cewek Kerap Cemburu Berlebihan? Mungkin Ini Penyebabnya, Intropeksi Diri, Ya!

“Dia sudah potong rambut jadi botak hilangkan jejaknya. Ditangkap di Indramayu ini yang besar,” kata AKBP M Yoris, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung.

Pemuda itu diketahui memiliki peran penting dalam kasus pengeroyokan Haringga Sirla.

Ia adalah orang yang menyeret, memukul, sekaligus menendang korban. (Dil)