Kapan nikah?

MANAberita.com — JANGAN hanya karena sudah punya pasangan, teman yang belum ada pasangan anda kasih pertanyaan “Kapan nikah”

Terdengar remeh dan mungkin menurut anda sekedar bercandaan, tapi secara tidak sadar anda menjadi pembunuh tak kasat mata bagi teman anda, tak hanya itu segudang dosa akan menanti anda!

Jelasnya begini!

Sering sekali mendapatkan pertanyaan seperti itu, rasanya horor sekali. Membuat jadi tidak percaya diri dan minder

Kadang tidak kita sadari pertanyaan itu yg membuat jauh silaturahmi, pertanyaan yang mampu merubah mood orang lain.

Bahkan ada yang sampai merendahkan, seakan-akan orang yang tidak mempunyai anak itu merasa terhina

Ketika kumpul angkatan misalnya, ada yg niatnya mau datang tpi di urungkan niatnya. alasannya sepele, untuk menghindari pertanyaan “Kapan nikah?”

Apalagi jika teman yg mengajak berkumpul sudah banyak yg menikah. Mereka yang masih sendiri bukan karena belum mau menikah, jauh di lubuk hati mereka pun pasti ingin segera menikah tapi jodohnya saja yang memang belum datang.

Terutama buat yang perempuan, pertanyaan ‘kapan nikah’ jawabannya buram sekali. Ini karena sesiap apapun perempuan untuk menikah, sematang apapun usianya untuk menikah, tapi kalau belum ada lelaki yang bertandang ke rumah untuk mengkhitbah, perempuan bisa apa?

Terdengar remeh dan menurutmu hanya sekadar bercanda. Namun ada baiknya kamu mulai berhenti untuk menggoda temanmu dengan pertanyaan itu. 6 hal ini akan menyadarkan kamu, bahwa sekalipun kamu sudah menikah, kamu tidak berhak menanyakan “Kapan nyusul?”

Untuk kalian yg masih sering melontarkan pertanyaan receh (menurut kalian) ini ke orang lain, ayolah.. Bukankah dulu kalian juga pernah ada di posisi seperti ini? Masih ingat rasanya kayak apa pas dapat pertanyaan begini? pasti nyelekit kan?

Karena, orang-orang yang menanyakan pertanyaan itu adalah orang-orang yang berdosa. Sebab, ada segudang dosa dibalik pertanyaan “kapan nikah?”

Kira-kira apa dosanya ?

Kamu tahu kan, orang-orang yang bertanya “kapan nikah?” adalah orang-orang yang sudah menikah, sudah bertunangan atau hampir menikah, atau setidaknya sudah punya pacar dan merasa PD akan segera menikah.

Nah, disadari atau tidk pertanyaan “kapan nikah?” ini ada sebentuk kesombongan. Kesombongan utama adalah “Saya sudah nikah” atau “Saya sudah punya calon”.

Biasanya pertanyaan itu akan diikuti dengan pernyataan cepat-cepatan laku (saya sudah laku lho). Ketika mereka mengatakan “Saya sudah laku” (sambil tertawa mengejek), “Saya lebih dulu laku”,
“Saya aja umur sekian (lebih muda) sudah nikah” maka mereka telah sombong.

Hati-hati dengan dosa sombong, karena sedikit saja ada kesombongan dalam diri kita maka kita tidak akan bisa mencium bau surga.

Dosa lainnya yaitu prasangka. Namanya juga prasangka berarti si pembicara tidak tahu faktanya. Mereka yang bertanya tidak tahu kan seperti apa usaha kita untuk mencari jodoh. Mereka juga tidak tahu apa yang sudah kita lewati dan yang terjadi pada kita.

Berprasangka terutama prasangka buruk itu adalah termasuk dosa. Dosa ini juga tidak akan bisa mengantarkan kita ke surga.

Jadi, masih mau jadi orang yang berdosa hanya karena bertanya “kapan nikah?”

Nah, lain kali daripada hanya sibuk bertanya, mending temannya di doakan biar bisa segera menikah, atau sekalian aja bantu carikan pasangan buat temannya.

Ketika kumpul keluarga misalnya, ada yang mau ikut gabung tapi dibatalkan karena minder dgn pertanyaan kapan punya anak, apalagi kalau terbilang sudah cukup lama menikah tapi belum mendapatkan anak sementara ada keluarga yg belum lama menikah tapi sudah punya anak.

Belum lagi kalau ada yg membanding-bandingkan, yg tadinya sudah minder eh bertambah lagi sedih di hatinya.

Baca Juga
Ditikam Sang Ayah, Rintihan Dua Bocah ini Bikin Mewek
Orderan Ayahnya Kerap Dicancel Penumpang, Curhatan Anak Driver Ojol Tua ini Bikin Sedih!
Pukuli Pasangannya di Atas Motor, Pria ini Diamuk Warga

Akhirnya sampai di rumah, malah jadi bahan fikiran. Yg tadinya baik-baik saja bila belum di karuniai anak, tiba-tiba jadi merasa kurang.

Yg tadinya suami baik-baik saja istrinya belum hamil, tiba-tiba jadi ikut mengeluhkan keadaan istri, ataupun sebaliknya istri mengeluhkan keadaan suami.

Sebelum kamu tanya orang lain kapan nikah atau kapan punya anak, sebaiknya tanya kan dulu pada dirimu sendiri kapan kamu mati? Kalau kamu tahu kapan waktu yg jelas untuk kematianmu, Insya Allah orang lain pun akan tau kapan waktu yang jelas dia menikah atau pun punya anak. (Alz)