Kolase foto Rory dan sang ibu

MANAberita.com — SEORANG wanita korban gempa dan tsunami Sulawesi Tenggara (Sulteng) menceritakan detik-detik tragis kepergian ibunya.

Kesaksian Rori Oryza (29), nama wanita itu, dimuat media asing Daily Mirror. Melansir Bangkapos, Rori mengatakan, ibunya meninggal seolah ditelan bumi yang tiba-tiba terbelah.

Ketika gempa 7,4 SR mengguncang Palu, Rori melihat tanah terbuka. Ibunya kemudian jatuh ke retakan tanah itu, yang kemudian tertutup lagi sementara getaran gempa terus berlanjut.

“Saya mencoba menyelamatkan Ibu, tetapi bumi terbelah. Ibu jatuh ke belakang dan ‘ditelan’ tanah yang bergerak,” kata Rori.

Baca Juga
Dianggap Sandera Anak dan Hendak Dipolisikan Istri Sendiri, Yama Carlos Akhirnya Angkat Suara
Beginilah Kronologi Korban yang Dimakan Buaya di Banyuasin, Dari Cuci Tangan Hingga Bukan Korban Pertama
Perkosa Puluhan Mayat, Pasangan ini Jadikan Jasad Korbannya Sebagai Makanan Ternak dan Pupuk

“Sedangkan saya jatuh ke depan, dan ada mobil jatuh di atas saya. Terus kaki kanan saya patah,” lanjut ibu seornag bayi berusia 6 bulan bernama Reysi ini.

Diketahui, gempa dan tsunami disertai likuefaksi melanda Palu dan Donggala, Sulteng serta sekitarnya, Jumat (28/09).

Namun dikabarkan, setelah dua minggu berlalu, Matahari Department Store Palu sudah dibuka. Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu pun mulai menunjukkan aktivitas lagi. (Zee)