Ilustrasi

MANAberita.com — SEMUA pria tentu menginginkan pengalaman bercinta yang sempurna. Alhasil, banyak orang yang melakukan berbagai cara untuk meningkatkan stamina mereka di atas ranjang. Mulai dari cara alami hingga menggunakan cara instan, seperti mengonsumsi obat-obatan serta menggunakan aksesoris khusus.

Sayangnya, nasib malang justru merundung seorang pria asal India. Ia terpaksa dilarikan ke rumah sakit setempat, setelah alat kelaminnya mengalami pembusukan. Terdengar aneh bukan? Tapi ini benar-benar terjadi.

Dilansir dari Korda dari The Sun, kejadian ini bermula ketika seorang pria yang tidak disebutkan namanya mencoba produk kondom terbaru. Awal ketertarikannya dikarenakan produk tersebut menjanjikan “kesenangan jangka panjang”. Namun kenyataannya, produk tersebut justru memicu timbulnya efek samping.

Pria berusia 30 tahun itu mengalami reaksi alergi hingga menimbulkan rasa sakit yang hebat. Ia kemudian memutuskan untuk berkonsultasi ke Universitas Kedokteran King George di Lucknow, India, setelah alat kelaminnya mengalami pembengkakan dan warnanya berubah menjadi hitam.

Menurut Dr. Ashish Sharma, pria tersebut memiliki alergi obat yang langka. Alhasil, mereka memutuskan untuk melakukan serangkaian tes untuk mendeteksi penyakit yang diidap pasiennya, sekaligus mencegah infeksi menular seksual.

Berdasarkan laporan medis, pria tersebut menderita alergi dermatitis kontak dan gangren penis, dalam arti lain ada bagian-bagian alat kelaminnya yang mulai membusuk.

Usut punya usut, produk kondom itu mengandung obat topikal (benzocaine). Benzocaine sendiri adalah anastesi lokal yang digunakan dalam kondom berbahan lateks. Tujuannya adalah untuk memperpanjang durasi bercinta dan mengurangi risiko ejakulasi dini.

Baca Juga
Kerap Mengompol, Babysitter Tendang Kepala Balita yang Keterbelakangan Mental
Mengenal Pietro Bosseli, Dosen Matematika yang Paling Hot di Dunia
Ngeri! Inilah Deretan Hantu Asal Indonesia yang Belum Dikenal, Salah Satunya Pernah Memotong Belasan Kelamin Pria

Meski penyakit ini tergolong jarang ditemui, namun dalam beberapa kasus seorang pria memiliki kemungkinan menderita gangren penis. Khususnya bagi mereka yang menderita diabetes, atau mengalami trauma saat menggunakan alat seks berupa cincin.

Sebagai langkah awal penyembuhan, dokter memberi antibiotik kepada pasien tersebut untuk mengurangi pembengkakan dan mengurangi rasa sakit. Sementara itu, para ahli bedah pun telah melakukan operasi guna mengangkat jaringan yang telah membusuk, serta melakukan cangkok kulit. Proses penyembuhan ini membutuhkan waktu selama kurang lebih tiga minggu sampai enam bulan. (Dil)

(Sumber: Kordanews)