Ilustrasi

MANAberita.com — ADA banyak cara dalam mengetahui masa subur wanita. Salah satunya adalah dengan melihat cairan sekresi atau cairan hasil proses kimiawi tubuh. Cairan itu berupa lendir dan kerap disebut sebagai lendir masa subur.

Lendir ini muncul dari dalam mulut rahim. Perbedaan dan perubahan lendir ini bisa memberi petunjuk sebagai masa subur. Terlebih, adanya lendir penanda masa subur ini terbentuk setelah ovulasi. Dengan demikian, kamu bisa lebih terbantu dalam merencanakan kehamilan.

Apa Fungsi Lendir Masa Subur?

Meski terasa mengganggu, lendir selama masa subur memiliki fungsi tersendiri bagi sistem reproduksi

Jangan merasa tidak nyaman dengan adanya lendir masa subur. Lendir ini justru baik bagi tubuh. Mulut rahim memiliki celah-celah. Di dalam celah-celah inilah lendir terbentuk kemudian dilepaskan. Lendir ini justru melindungi rahim atau sistem reproduksi dari benda asing.

Sebagai contoh, sperma yang masuk harus berenang melalui mulut rahim dan lendir. Lendir ini melindungi mulut rahim secara kimiawi. Sel darah putih akan melawan benda asing dan menutup serviks. Begitu juga jika ada benda asing lainnya.

Di satu sisi, lendir ini adalah pelindung, dan di sisi lain, jika kamu menginginkan kehamilan, sel sperma harus lebih berjuang keras untuk sampai pada rahim dan membuahi sel telur.

Lendir yang menghalangi sperma masuk ke rahim terjadi ketika kamu tidak sedang dalam masa subur. Karena itulah pada masa ini kemungkinan terjadinya kehamilan menjadi lebih kecil.

Sebaliknya, pada saat memasuki masa subur, lendir akan melindungi sperma dan membantu sperma masuk ke rahim untuk kemudian menjangkau sel telur di dalam rahim.

Bagaimana Ciri-Ciri Lendir Masa Subur?

Kenali ciri-ciri lendir di masa subur agar rencana kehamilan berjalan lancar
Jenis lendir di masa ini bisa diketahui dari teksturnya. Berbeda masa, berbeda pula tekstur lendir tersebut. Sebagai panduan, kamu bisa membedakan lendir masa subur atau bukan, dengan memahami ciri-cirinya berikut ini:

Masa sebelum ovulasi. Pada masa ini bagian mulut rahim kering, tidak ada lendir yang diproduksi.

Masa subur. Pada masa ini terbentuk lendir yang lengket dengan warna krem. Tekstur lendir agak tebal dan bila diregangkan akan mudah terpisah.

Masa sangat subur. Pada masa ini lendir terbentuk semakin banyak, licin, dan benar-benar basah. Teksturnya tipis dan bening seperti putih telur.

Setelah masa subur. Pada masa ini kemungkinan lendir masih ada, tetapi jumlahnya menurun. Lendir terasa lengket atau kering. Teksturnya agak tebal atau kental, dengan warna putih yang buram.

Baca Juga
Daripada Ribet, Mending Matikan 5 Fitur ini dari Smartphonemu, Salah Satunya Auto Brightness
Ciyee! Inilah Tanda si Dia Diam-Diam Jatuh Hati Padamu
Cara Mengatasi Bintitan di Rumah Tanpa Harus ke Dokter

Sayangnya mendeteksi masa subur dengan cara memeriksa ini tidak semudah itu. Kadang-kadang lendir yang terbentuk tidak mudah terbaca ciri-cirinya.

Hal ini bisa juga dipengaruhi obat-obatan tertentu yang kamu konsumsi. Ada obat tertentu yang bisa memengaruhi tekstur lendir, sehingga bentuk dan jumlahnya bisa tidak sesuai dengan ciri-ciri lendir masa subur yang seharusnya. (Dil)