Ilustrasi

MANAberita.com — GATAL pada kemaluan umumnya dapat disebabkan penyakit menular seksual, stress, ataupun gangguan pada kulit. Meski dapat menjadi gejala kanker vulva, tetapi umumnya kondisi ini bukan mengindikasikan situasi parah.

Umumnya gatal pada kemaluan wanita dapat reda dengan sendirinya. Namun Anda tetap harus memeriksakannya ke dokter jika gatal pada kemaluan tidak kunjung reda atau diduga ada penyakit lain yang melatarbelakangi.

Kenali beberapa penyebab yang dapat memicu gatal pada kemaluan wanita di bawah ini agar dapat menanganinya dengan tepat.

Penyebab Gatal pada Kemaluan

Kenali beberapa penyebab yang dapat memicu gatal pada kemaluan wanita di bawah ini agar dapat menanganinya dengan tepat.

Stres

Stres menyebabkan penurunan kekebalan tubuh sehingga seseorang lebih mudah terserang infeksi yang menyebabkan gatal pada kemaluan.

Infeksi Jamur

Jamur secara normal ada dalam vagina dan tidak menyebabkan gangguan. Tetapi dalam situasi tertentu kadar jamur berlebih dapat menyebabkan infeksi. Kondisi yang dapat terjadi pada 3 dari 4 wanita ini sering dialami setelah seseorang mengonsumsi antibiotik. Antibiotik ini tak hanya menghancurkan bakteri buruk, tapi juga bakteri baik. Padahal bakteri baik diperlukan untuk menjaga keseimbangan lingkungan dalam vagina.

Vaginosis Bakteri

Vaginosis bakteri dipicu oleh ketidakseimbangan bakteri baik dan bakteri buruk dalam vagina. Meski tidak selalu menimbulkan gejala tertentu, jika terjadi gejala, maka akan timbul gatal pada kemaluan, juga cairan berwarna putih atau kelabu dengan aroma menyengat.

Agar Gatal pada Kemaluan Tidak Berkembang

Kabar baiknya, ada cara yang dapat dilakukan untuk mencegah gatal pada kemaluan agar tidak berkembang. Di bawah ini adalah cara mengatasi gatal pada kemaluan wanita.

– Hindarkan vagina dari produk berbahan kimia seperti pembersih vagina karena justru dapat mengganggu keseimbangan asam di dalamnya.

– Setelah buang air kecil, basuh kemaluan dari depan ke belakang dan bukan sebaliknya agar bakteri dari anus tidak berpindah ke vagina.

– Hindari menggunakan produk beraroma yang bersentuhan dengan vagina seperti sabun, pembalut, ataupun panty liners.
Gunakan deterjen tanpa pewangi untuk mencuci celana dalam.

– Ganti baju, terutama celana dalam setidaknya sehari sekali.

– Lebih baik kenakan celana dalam yang tidak ketat dan terbuat dari serat alami.

– Gunakan kondom jika Anda tidak yakin pasangan Anda bebas dari penyakit menular.

– Hindari terlalu lama dalam pakaian basah dan keringkan tubuh serta area kemaluan segera setelah mandi atau berenang.

– Hindari menggunakan pereda gatal yang dijual bebas karena justru dapat menyebabkan gatal bertambah parah.

– Hindari luka pada area kemaluan dengan terlalu sering menggaruk atau mencukur bulu kemaluan.

Baca Juga
Fans Garis Keras PUBG, Pria ini Namai Anaknya Yasnaya
Patah Hati Internasional! Justin Bieber Ternyata Telah Nikahi Hailey Baldwin Secara Hukum
Memutuskan Tidur Saat Sedang Marah Bukan Solusi yang Baik, Ini Bahayanya

– Hentikan pemakaian pelumas untuk berhubungan seksual yang Anda gunakan jika justru memperparah gatal.

– Mengonsumsi makanan sehat yang seimbang dapat menjaga keberadaan bakteri baik pada vagina.

-Penting untuk memeriksakan diri ke dokter saat gatal pada kemaluan wanita yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika kondisi ini disertai gejala lain seperti: keluar cairan yang tidak normal dari vagina, susah buang air kecil, organ kelamin bengkak atau kemerahan, rasa sakit pada area kemaluan, sakit saat berhubungan seksual, ataupun terdapat luka melepuh pada vulva. (Alz)