Ilustrasi

MANAberita.com — AKSI pencurian terjadi di kediaman Ona Tobing, 36. Alamatnya di Jalan Rambutan V, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau. Pelaku tak hanya menggondol sejumlah barang berharga. Korban juga dibuat kesal lantara pelaku meninggalkan jejak menjijikkan. Yakni, buang air besar (BAB) di kamar.

“Ada kotoran orang di kamar saya. Kok bisa pula maling meninggalkan kotoran,” kata Ona, dikutip Jawapos.

Peristiwa bermula ketika korban meninggalkan rumahnya, Rabu pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, ia pergi mengantarkan anaknya sekolah dan membawa ibunya berobat ke rumah sakit. Sedangkan rumah bergaya minimalisnya itu ditinggal dalam keadaan kosong dan terkunci.

Kemudian korban bersama anak dan ibunya kembali ke rumah sekitar pukul 20.00 WIB. Saat mereka masuk ke dalam rumah, betapa kagetnya mereka ketika melihat pintu belakang sudah dalam keadaan terbuka dan rusak.

Korban langsung memeriksa seluruh ruangan di rumahnya. Ternyata benar apa yang dipikirkannya. Brankas berisi emas, surat berharga, berlian dan uang tunai telah hilang diangkut maling. Akibatnya korban mengalami kerugian hingga Rp 100 juta.

“Brankas itu ukurannya lumayan besar. Diletakan di sudut kamar. Saya rasa nggak bakal bisa diangkut sendirian. Selain itu, dia (pelaku) juga ambil koleksi jam tangan saya dan anak saya. Ada sekitar 13 (unit) jam itu,” sebutnya.

Setelah mengetahui brankasnya hilang, korban langsung keluar rumah dan berteriak maling. Ia pun berlari ke rumah Ketua RT dan memberitahukan kejadian ini. Tak lama setelahnya, polisi datang ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Meski rumahnya sudah didatangi polisi. Namun korban merasa kesal. Pasalnya, aksi pencurian sudah sering terjadi. “Saya berharap pelakunya dapat ditangkap polisi. Jangan bilang berusaha saja, tapi pelaku harus ditangkap. Karena sudah sering kali dia di sini,” ucap Ona dengan nada kesal.

Sebelum kejadian ini diketahui, korban sempat tak enak hati. Bahkan hari itu, korban tak nafsu makan. Alasannya tak tahu kenapa. “Perasaan saya nggak enak saja. Mau pulang ke rumah rasanya malas kali. Makan pun tak nafsu sampai ditanyakan kawan kenapa. Tapi saya nggak tahu kenapa,” bebernya.

Sementara itu, tetangga korban bernama Katon, 48, mengaku sempat mendengar suara benda keras jatuh yang berasal dari rumah korban. Namun, ia tak menyangka kalau suara itu adalah maling.

“Tadi dengar bunyi barang jatuh. Karena di sini banyak musang, saya pikir itu musang jatuh di atas. Tapi kalau musang menghantam atap, pasti lari. Tapi ini nggak ada saya dengar lagi,” ungkapnya.

Pewagai BUMN yang saat itu sedang menyaksikan acara televisi itu kemudian melanjutkan tontonannya. Sekitar 15 menit setelah suara benda jatuh, ia pun mendengarkan suara teriakan korban. “Dia (korban) teriak maling. Saya langsung keluar rumah,” cetusnya.

Baca Juga
Tercyduk! Pria Ini Ketahuan Rekam Paha Wanita Di Angkot Karena Lupa Matikan Lampu Flash
Peringati Hari Kemerdekaan Indonesia, Oknum Pol PP dan KORPI Justru Pesta Miras
Perselingkuhannya Viral, Pelakor ini Dipecat Oleh KAI Semarang

Aksi pencurian juga pernah dirasakan Katon. Bahkan rumahnya sudah beberapa kali dimasuki maling. Lebih lucu lagi, sang maling makan terlebih dahulu sebelum meninggalkan rumah korbannya.

“Iya, rumah saya pernah beberapa kali. Di rumah saya malingnya makan. Jadi dia kayak gitu kata orang-orang biar nggak ketangkap. Kayak punya ilmu gitu,” ujarnya.

Katon pun berharap agar pelaku dapat tertangkap. Sebab di daerah tempat tinggalnya sudah sering dimasuki maling. “Setiap rumah di sini sudah pernah dimasukinya. Ya berharap polisi segera menangkapnya. Karena kami sudah resah sekali,” harapnya. (Dil)