MANAberita.com — PINTU perkawinan yang sudah kita kunci rapat saat bersama mengikrarkan janji suci kadang masih menyisakan celah.

Di saat terbuka itulah, disadari atau tidak, diundang atau tidak, pihak ketiga tiba-tiba masuk. Pasangan dan juga kita pun mulai berpaling.

Perselingkuhan membuat keindahan perkawinan kita tergores, bahkan tak jarang menjadi retak. Lantas, masihkah kita masih meneguk cinta bersama lewat “gelas” yang sudah retak itu?

“Lelaki memang gampang selingkuh!” hujat sebagian kita. Mungkin benar begitu.

Berdasarkan data The Journal of Sex Research, disebutkan jika pria cenderung lebih sering berselingkuh dalam pernikahan.

Dari 423 responden, perempuan selingkuh di usia pernikahan 6-10 tahun, sedangkan pria selingkuh setelah usia pernikahan 11 tahun.

Namun bukan berarti hanya pria yang berselingkuh, perempuan pun juga kerap tergoda pihak ketiga.

Bahkan, satu penelitian pernah mengatakan perkawinan justru sering berantakan karena istri yang berselingkuh, ketimbang suami.

Karena kalau berselingkuh, perempuan lebih “pakai hati” ketimbang lelaki? Mungkin saja.

Namun konsultan pernikahan, Indra Noveldy menyebut jika perselingkuhan memang tak ada urusannya dengan gender.

“Buang jauh-jauh urusan gender di sini, banyak yang nge-judge selingkuh itu banyaknya laki-laki yang melakukan, tetapi sekarang juga banyak perempuan yang selingkuh. Memang faktanya enggak ada urusan gender, selingkuh ya, selingkuh aja,” tukas Indra Noveldy.

Toh, masih menurut Indra Noveldy, hal penting untuk mengatasi permasalahan inidimulai dari membangun komunikasi yang sehat.

“Karena dengan komunikasi yang sehat, kita bisa tahu, apa sih kebutuhan pasangan kita. Dengan komunikasi yang sehat, kita juga bisa tahu apa, sih, yang diharapkan oleh pasangan dari kita, bisa tahu yang tidak disukai oleh pasangan, jadi banyak hal bisa terbuka dengan komunikasi yang sehat,” ungkap Indra.

Tentu, kemesraan tak terjadi begitu saja. Indra menjelaskan fondasi besar terbangunnya sebuah kemesraan juga bisa dengan memahami dan mengerti apa yang dibutuhkan oleh pasangan.

Serta membantu pasangan untuk mengerti apa yang dibutuhkan oleh kita.

“Kebayang enggak kalau ini sudah terealisasi, mau berapa tahun pun usia pernikahan kita enggak masalah gitu kan,” tuturnya.

Apa cuma itu saja? Tentu tidak.

Lalu, apa yang harus kita lakukan agar pasangan tak berpaling pada pihak ketiga?

“Kamu udah jadi orang yang menarik belum? Kalau kamu jadi orang yang boring di rumah, kerjanya ngeritik melulu, nyinyir di rumah, terlalu kaku, gimana pasangan bisa tahan? Terlalu kaku juga bikin bosen, terlalu polos juga nyebelin. Jadi harus punya ramuan yang pas. Untuk bisa dapat ramuan yang pas berarti perlu ilmu yang cukup. Perlu tahu cara meramunya juga,” kata Indra.

Ribet? Memang.

Namun itulah kenyataan yang harus kita hadapi agar kemesraan tak low batt. Selain itu, kita juga harus tahu apakah kita sudah menjadi seperti yang pasangan inginkan?

Tak harus sempurna, tetapi setidaknya kita menarik di depan pasangan.

“Mau tahu caranya? Yang pertama ngaca! dan ngacanya jujur, ya. Yang kedua, kalau berani tanya ke pasangan. Tapi nanyanya jangan ngancem. Jangan sampai pasangan merasa ini jebakan batman. Tapi agar pasangan bisa jujur, komunikasinya harus sehat,” pesan Indra.

“Nomor ketiga, gunakan common sense. Kalau saya ketemu sama orang kayak saya, saya tahan enggak, ya? Kalau enggak, perlahan kita harus mengubahnya. Kalau kita aja enggak tahan apalagi dia,” sambungnya.

Baca Juga
Status Pacarnya di Like, Wanita ini Marah-Marah Hingga Minta Dimengerti
Pecat Rekan Duet, Ratna Pandita Beberkan Pernyataan Mengejutkan Mengenai Lucinta Luna
Foto Bareng Artis, Driver Ojol Gemparkan Warganet Karena Wajahnya Lebih Tampan dari Penumpangnya

Yang pasti Indra juga menyebut pada dasarnya semua orang ingin dimengerti.

“Jangan ketipu sama lagu Ada Band yang berjudul Karena Wanita Ingin Dimengerti.Memangnya laki-laki enggak? Kan laki juga pengin dimengerti. Jangan pernah coba-coba minta dia mengerti kita sebelum kita mengerti dia. Rumusnya sebelum kita mau dimengerti, kita ngerti dulu maunya dia. Tetapi bukan berarti kita ikutin semua apa maunya dia,” tutur Indra.(Dil)

(Sumber: Nova)