Ilustrasi

MANAberita.com — ANAK-anak harusnya tidak boleh lepas dari pengawasan orangtua. Beberapa kejadian yang menyebabkan nyawa anak melayang karena kelengahan orangtua, kerap terjadi. Seperti yang terjadi di RT 06 RW 04 Pekon Karangrejo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Rabu (05/12).

Luput dari pengawasan orangtua yang sedang menelpon, Radit Raditya Gilang Ramadhan, balita berusia 16 bulan ditemukan meninggal dunia di bekas galian sedalam satu meter yang digenangi air sekitar pukul 14.30 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian berawal saat korban bersama ibunya Miranti (33) dan keluarga tiba dirumah sekitar pukul 11.00 WIB, usai menghadiri acara hajatan keluarga di Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus. Karena kelelahan, ibu korban kemudian beristirahat serta menyusui korban.

Sambil berbaring, ibu korban telponan dengan suaminya yang sedang bekerja di Malaysia dan membiarkan korban bermain sendirian. Selang beberapa waktu, ibu korban mencari keberadaan korban. Namun alangkah kagetnya ia saat menemukan korban mengambang di bekas galian berisi air dan telah meninggal dunia.

Kemudian ibu korban langsung membawa korban ke rumah bidan desa, kemudian bidan membawa ke Puskesmas Sukaraja, “Setelah melalui pemeriksaan, pihak Puskesmas menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia. Dan korban telah dimakamkan,” kata Kapolsek Semaka, Iptu Heri Yulianto.

Menurut Kapolsek Semaka Iptu Heri Yulianto, berdasarkan pemeriksaan TKP dan keluarga korban, balita Radit Raditya Gilang Ramadhan ditemukan oleh ibunya sendiri ketika lalai menjaga buah hatinya.

Baca Juga
Digondol Maling, Ternyata Disini Roro Fitria Simpan Berlian Seharga 3 Miliar
Parah! Pengasuh Anak ini Tega Siksa Bayi, Dari Mulai Pencet Hidung Saat Minum Susu Hingga Melemparkan ke Lantai
Dilempar Dari Lantai 5, Bayi ini Selamat Usai Tersangkut di Pohon Pisang

“Berdasarkan pemeriksaan itu ditemukan kolam galian didepan rumah korban ukuran 3×1 meter dengan kedalaman satu meter. Dan korban pertama kali ditemukan ibu kandungnya sudah mengambang,” kata dia.

Iptu Heri Yulianto menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, kolam tersebut merupakan galian tanah yang tanah tersebut dipergunakan menguruk dapur rumah orangtua korban.

“Atas kejadian ini saya menghimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan anak-anak terutama balita yang bermain sendirian. Mari jaga, perhatikan anak-anak kita sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Dil)