Ilustrasi

MANAberita.com — MALANG bagi pria ini, tepat di hari kematian ibunya, dirinya tak bisa menghadiri acara penguburan karena tak mendapatkan izin dari perusahaannya.

 

Di kebanyakan perusahaan, pekerja diberikan hak untuk izin jika itu berkaitan dengan urusan keluarga, terlebih jika ada kemalangan.

Tapi sedihnya, kesempatan itu tak berlaku bagi perusahaan di Thailand satu ini. Pimpinan perusahaan bahkan mempertanyakan, siapa yang mengizinkannya mendatangi pemakaman ibunya.

Dan kisah ini mendadak viral, setelah seorang pengguna Twitter @_snnnnnnnnn_thx.

Utasan tersebut diunggah menampilkan isi si pengguna menceritakan bagaimana pernyataan atasannya ketika dirinya meminta izin untuk menghadiri pemakanan ibunya.

“Saya memiliki seorang teman yang meminta izin pada perusahaannya untuk menghadiri acara pemakaman. Tapi pimpinannya tidak memberikannya izin untuk alasan itu. Lalu saya bertanya orang seperti apa mereka itu,” tulisnya dalam bahasa Thailand.

Dalam utasan itu, dia menceritakan bahwa atasan temannya itu mempertanyakan kepentingan dirinya menghadiri acara pemakaman ibunya.

“Apakah ibumu akan bangun jika kau menghadiri pemakaman itu? Jika kamu tidak pergi, mereka pasti akan melakukan proses kremasi, kan? Jadi, kamu tidak diperbolehkan untuk pergi!” Begitulah pernyataan yang diucapkan oleh astasan yang kejam itu.

Atasan itu bahkan mengancam, jika dirinya tidak hadir, maka gajinya akan dipotong. Dan alasan itu tentunya membuat si pekerja merasa kesal dan marah di waktu yang bersamaan.

Namun, alih-alih memperjuangkan haknya untuk izin menghadiri hari pemakaman ibunya, pekerja itu mengambil langkah lebih serius dengan menyampaikan surat resign.

Twitt itu seketika menjadi viral, dengan diretweet sebanyak 74 ribu kali dan disukai hingga 11 ribu kali.

Baca Juga
Usai Video Operasi, Kini Foto KTP Lucinta Luna Dengan Nama Laki-Laki yang Viral
Hendak Ingin BAB, Kelamin Pria ini Dipatuk Ular
Ibu dan Ayah Rosa Meldianti Menangis Minta Damai, Dewi Perssik Kembali Menantang Dengan Cara ini

Banyak warganet yang mendukung keputusannya untuk meninggalkan perusahaan dan sebagian menyampaikan pendapat mereka melalui balasan.

Dan dari balasan itu, seseorang juga membagikan pengalamannya saat sebelum menjalankan operasi. Tapi sesaat sebelum masuk ke ruang operasi, manajernya memintanya untuk mengerjakan bahan presentasi.

“Saya sedang di rumah sakit selama satu minggu penuh dan saya tidak mendapat ucapan atau telefon apa-apa dari bosku,” ucap seorang warganet. (Zee)