Kambing

MANAberita.com — SEBUAH keluarga di Serbia harus menghadapi kenyataan bahwa hampir seluruh tabungan hidup mereka lenyap setelah dimakan oleh seekor kambing yang lapar. Impian keluarga itu untuk memperluas lahan pertanian mereka kandas begitu saja akibat kejadian itu dan sebagai balasannya, mereka memutuskan menyajikan kambing itu sebagai menu makan siang untuk wartawan.

Keluarga Simic dari Ranilovic, sebuah desa dekat Arandjelovac di Serbia tengah, telah menabung hingga 20.000 euro (sekira Rp331 juta) untuk memperluas pertanian keluarga mereka dengan berencana membeli 10 hektar lahan. Semua berjalan lancar sampai mereka pergi meninggalkan uang di atas meja sebelum bertemu dengan penjual, tetapi lupa mengunci pintu depan.

“Kami bangun pagi-pagi dan menghitung uangnya, karena orang yang ingin kami beli (tanahnya) akan segera datang. Kami menaruh uang itu di meja ruang tamu, sehingga kami bisa menandatangani kontrak dan membayar. Kemudian kami pergi ke ruang makan untuk sarapan,” kata Milena Simic.

“Ayah mertua saya pergi keluar untuk memberi makan ternak, seperti yang ia lakukan setiap pagi, tetapi dia tidak memperhatikan dia membiarkan pintu depan terbuka. Itulah penyebab kemalangan kami,” tambahnya.

Belka, salah satu kambing yang mereka pelihara selama bertahun-tahun datang memasuki rumah melalui pintu yang terbuka dan mulai memakan uang dari meja.

“Ketika kami mendengar suara itu, suami saya bangun untuk memeriksa dan hampir mengalami serangan jantung. Belka memakan hampir semua uang! Hanya tersisa sekira 300 euro (Rp.4.9 juta), sisanya dimakan dan dicabik,” Milena menjelaskan dengan bercucuran air mata.

Baca Juga
Kasihan! Seharian Bekerja, Driver Ojol ini Justru Dapati Istrinya ‘Kuda-Kudaan’ Dengan Pria Lain di Rumahnya
Sempat Heboh, Begini Nasib Remaja Bertelur Asal Gowa dan Fakta Mengejutkan Dibalik Kasusnya
‘Hahahihi’ di Siang Hari, Pasangan ini Jadi Tontonan Gratis Pengunjung Pasar

“Belka membawa kami ke kehancuran,” kata Milena. Ia juga menambahkan bahwa suaminya belum berbicara sepatah kata pun sejak kejadian itu. Ia memilih duduk diam menatap dinding sepanjang hari.

Ketika Milena Simic menceritakan kisah itu kepada wartawan lokal, Belka telah berada di tungku. Keluarga Simic memutuskan untuk menghadapi kerugian yang mereka alami dengan mengadakan pesta di mana sang penyebab kemalangan mereka menjadi hidangan utamanya. Mereka juga mengundang para wartawan untuk ikut makan bersama.

“Hidangan itu sangat enak,” tulis seorang wartawan Arandjelovac Info. (Alz)