Ilustrasi: Polisi Gadungan

MANAberita.com – DUA orang pria mengendarai sepeda motor mengaku anggota polisi, mengeluarkan senjata api (senpi) lalu memukul korban. Tidak tahan dengan pukulan tersebut, korban memilih kabur meninggalkan sepeda motornya. Kemudian sepeda motor tersebut langsung dibawa pergi oleh si polisi gadungan.

Inilah yang dialami Andi Ariadi (31), warga Jalan A Yani Lorong Klekar RT 17 Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Minggu (9/7/17) sekitar pukul 22.00 WIB didepan Lorong H Majid Kelurahan 8 Ulu.

Malam itu korban bersama temannya Aidil (29) berjalan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna merah putih BG 2138 ABK milik bibinya bersenggolan dengan sepeda motor pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara ketika diwawancarai awak media terkait laporan Leni Mardiana (40), Kamis (13/7/17) siang.

“Saya sudah kasih lampu sen kiri pak tapi dia masih saja nyelonong hingga bersenggolan dengan motornya. Karena saya tidak salah, dia saya bentak,” ungkap Andi kepada petugas piket SPKT Polresta Palembang, saat melapor bersama bibinya, Rabu (12/7/17) sore.

Lanjut Andi, saat itu seorang pelaku turun lalu mematikan mesin, kemudian mengambil kunci kontak sepeda motor yang dikendarainya. Setelah itu pelaku mengeluarkan pistol sambil berkata dirinya anggota polisi.

“Dia langsung memukul teman saya pak, karena tidak tahan dipukul pakai gagang pistol akhirnya teman saya berlari. Lalu dia mendekati saya dan memukuli saya, juga pakai gagang pistol,” jelasnya.

Baca Juga
Detik-Detik Ibu Bhayangkari Cyduk Suaminya Kumpul Kebo Dengan Pelakor yang Berstatus Mahasiswi
Parah! Sudah Terima Pungli, Oknum Polisi Palembang ini Tetap Nekat Tilang Pengendara dan Tahan Sepeda Motornya
Inilah Warga OKU Selatan, Pemasok Senjata Teroris

Lantaran tidak tahan dengan pukulan tersebut, ditambah dengan rasa takut, akhirnya korban juga berlari meninggalkan sepeda motornya. Selanjutnya pelaku membawa kabur sepeda motor tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara ketika dikonfirmasi, Kamis (13/7/17) siang membenarkan adanya laporan korban. “Laporannya sudah kita terima dan segera mungkin untuk ditindak lanjuti,” tegas Yon. (Sam)