Pria ini dicari driver ojek online se Indonesia

MANAberita.com — OJEK online kini memang tengah digilai oleh masyarakat Indonesia. Selain cepat, harganya pun lebih terjangkau. Namun, baru-baru ini seorang mahasiswa di salah satu universitas swasta Palembang diburu oleh para ojek online, ada apa sebenarnya?

Mahasiswa yang diketahui bernama Redi Oktar itu menjadi incaran lantaran ketahuan menghina ojek online disalah satu postingan Dewi Perssik yang ketahuan menerobos masuk ke jalur busway.

Loading...

Redi menyebut dalam tulisannya jika para ojek online tidak ada yang tamat Sekolah Dasar (SD) dan tidak memiliki etika.

@redioktar_ : “Ya gitulah namanya juga Go-Jek mana ada yang punya etika, sd aja gak tamat. Untung mbak @dewiperssikreal pintar dia tau kalo yang baju ijo itu orang bodoh, pinter gak mungkin kan kerjaannya tukang Go-Jek, bener gk,”

Komentarnya membuat para driver online mengamuk

Kontan saja komentarnya tersebut membuat berang para driver ojek online karena merasa sangat dihinakan dengan cuitan Redi. Bahkan, mahasiswa jurusan komputerisasi akuntansi ini juga rencananya akan didatangi oleh driver ojek online.

Ini terlihat pada grup Facebook Komunitas go-jek dan grab palembang yang beranggotakan 30 rb lebih. Selain itu tanpa tedeng aling-aling driver ojol ‘menyerbu’ akun Facebook pribadi Redi Oktar. Berbagai komentar pedas diarahkan ke Redi Oktar, terungkap yang memberi komentar bukan hanya dari Palembang melainkan dari beberapa kota di Indonesia.

Driver ojek online akan berdemo

Meski komentar tersebut akhirnya dihapus oleh yang bersangkutan dan telah meminta maaf, nampaknya tidak dapat meredam emosi para ojek online.

Baca Juga
Diduga Diperkosa Ayah Tiri, Remaja ini Buang Bayinya Setelah 15 Menit Dilahirkan
Ngeri! Diduga Hendak Beri Makan, Wanita ini Tewas Diterkam Buaya Peliharannya
Nah Loh! Nahan Pipis Bisa Sebabkan Kematian!

Permintaan maafnya pun tidak digubris

Rencananya para driver ojol akan mendatangi Kampus tempat Redi kuliah pada hari ini, Senin, 27 November 2017. Mereka akan melakukan orasi dan meminta klarifikasi serta pertanggungjawaban atas komentar Redi tersebut.

“Sudah penghinaan ini mbak, jadi kami tidak terima,” ujar salah satu calon pendemo. (Dil)