Curhatan Mahasiswi yang jadi korban pelecehan seksual

MANAberita.com – KASUS pelecehan seksual memang kerap terjadi. Kali ini, kasus srupa menimpa salah satu mahasiswi di sebuah universitas. Mahasiswi yang sudah lulus itu mengungkapkan kejadian tak menyenangkan yang pernah dialaminya selama 6 bulan bimbingan skripsi.

Mahasiswi ini mencurahkan semuanya melalui unggahan insta story miliknya. Mahasiswi berinisial TS itu mengaku diperlakukan tak senonoh oleh dosen pembimbing skripsi dan dosen penguji.

Loading...

Dari pantauan @manaberita, pengakuan TS ini kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram Waranddrama.sosmed, Kamis (29/03) kemarin.

TS mengaku sebagai mahasiswi Fakultas Hukum angkatan 2014 di sebuah universitas.

“Saya, (nama tidak disebutkan) Mahasiswi FH (universitas tidak disebutkan) 2014. Merupakan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu dosen pembimbing serta salah satu dosen penguji.”

“Pelecehan seksual yang bagaiamana? 1. Godaan verbal berkonotasi seksual 2. Kontak fisik yang tidak diinginkan 3. Ajakan melakukan hubungan seksual.”

“Ya, 3 hal tersebut menjadi makanan sehari-hari saya selama 6 bulan terakhir pengerjaan skripsi saya.” tulis mahasiswi itu.

Masih diterangkan korban, selama 4 bulan pertama dirinya secara berkala harus bertemu dengan dosen pembimbingnya.

Selama pertemuan itu, dirinya mengaku disentuh pada bagian paha hingga selangkangan dan sekali diraba payudara dan dipeluk dari belakang.

Hingga pada suatu waktu dirinya menerima pertanyaan merendahkan harga dirinya.

“Biasanya kamu dibayar berapa? Kita rayain kelulusanmu di hotel yuk, saya bayar,” tulisnya.

Namun penderitaan mahasiswi itu tak berakhir meski lulus sidang. Kali ini, giliran dosen penguji yang melecehkan dirinya.

Ketika hendak merevisi skripsinya, oknum dosen tersebut menolak dengan berbagai alasan. Tak hanya itu, oknum tersebut memaksa meraba payudara, memaksa mencium pipinya hingga meraba paha dan kemaluannya.

Hal yang tidak bisa dilupakan adalah ketika dirinya dengan tegas menolak ajakan untuk pergi berdua, namun dosen itu menyebutnya ‘jangan munafik kamu’.

Dengan membagikan kisah pelecehan seksual yang dialaminya, korban melalui insta storynya berharap ada tindakan dari kampus terhadap dua oknum dosen tersebut.

Selain itu, dia juga tidak ingin kasus yang menimpa dirinya harus dialami oleh adik-adik tingkatnya.

“Miris ya saat pelecehan seksual di suatu instansi pendidikan sudah dianggap sebagai rahasia umum,” terang TS kecewa.

Baca Juga
Warga Bersyukur Pulau Umang Dihantam Tsunami Sebelum Pesta Malam Tahun Baru, Ternyata Penyebabnya…
Terjaring Razia di Hotel, Mahasiswi: Saya Berzina, Memangnya Kenapa?
Astaga! Oknum Dosen ini ‘Palaki’ Mahasiswa Dengan 2 Ribu Rupiah Setiap Pertemuan: “Ini Peraturan Saya!”

Akun yang mengunggah ulang kejadian ini berharap permasalahan ini diselesaikan secara adil dan mengajak untuk semua orang untuk berani melapor jika mengalami hal serupa. (Int)