Pelakor!

MANAberita.com – BELUM habis rasa keterkejutan netizen dengan kasus perselingkuhan seorang ibu yang dipergoki sang anak di Makassar, kembali mencuat kasus yang sama terhadap pegawai Kereta Api Indonesia (KAI) Semarang.

Melalui info yang didapatkan @MANAberita melalui akun Instagram @antipelakorindonesia, diketahui jika terjadi perselingkuhan antara sesamai pegawai KAI Semarang yang terlibat cinta lokasi. Mengejutkannya lagi, si pria ini sudah memiliki seorang istri.

Pelakor yang bernama Anita Dwi Lestari itu bahkan sudah mengetahui jika kekasihnya telah memiliki seorang istri, namun justru tetap meneruskan hubungan ini meskipun semua mengaku hanya sebatas teman.

Dari beberapa foto percakapan antara si pelakor dan istri sah, Anita bahkan secara terang-terangan menyebut jika telah mengetahui semuanya dan menyalahkan istri sah yang katanya telah membuka aib rumah tangga mereka.

Percakapan pelakor dan istri sah

Ketika dituding hanya mengincar uang, si pelakor ini justru dengan santai mengatakan jika ia tak gila harta dan akan segera menikah dengan suami orang tersebut seolah-olah tanpa rasa malu.

Baca Juga
Taman Safari Laporkan @alyccaaa dan @philipbiondi 2 Terduga Pelaku Pemberi Miras ke Satwa
Viral! Netizen Dibuat Panas Gara-gara Takbir Dikumandangkan Sambil Bergoyang
Modus Baru! Ada Jarum di Dalam Buah Stroberi, Ternyata Tujuannya Untuk ini

Percakapan pelakor dan istri sah

Diakhir percakapan, Anita justru mendoakan istri sah dari kekasihnya itu segera memiliki pengganti. Atas perselingkuhan ini, istri sah yang merupakan seorang bidan mengalami penurunan berat badan sebesar 14 kilogram karena diduga stress.

Percakapan pelakor dan istri sah

Sebelumnya, diketahui jika sang suami dulu merupakan tukang parkir dan telah menikah selama 10 tahun. Perlahan tapi pasti berkat doa sang istri, pekerjaannya mulai berubah menjadi satpam dan berakhir dengan diangkat sebagai pegawai Kereta Api Indonesia.

Dulunya tukang parkir

Saat @MANAberita berusaha melalukan penelusuran terhadap akun @anitalestari640, akun tersebut sudah hilang bagaikan ditelan bumi. (Dil)