Bocah berjilbab yang digendong petugas sesaat setelah peristiwa bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya

MANAberita.com — SOSOK anak perempuan berjilbab mengejutkan warga sekitar dan polisi Mapolrestabes Surabaya, pasalnya, ia tetap bisa berdiri sempoyongan dan menahan sakit setelah bom berusaha meledakannya.

Baca Juga
Kejam!! Disandera Teroris Selama 40 Jam, Briptu Iwan Sarjana: “Saya Dipukul Dengan Rantai dan Disiram Air Mendidih”
Usai Alami Pelecehan Seksual, Keponakan Ungkap Kondisi Terbaru Widya
Inilah Isi Surat Ancaman yang Diterima Ruben Onsu Di Kamar Anaknya

Dilansir dari Waspada.co.id, diketahui jika bocah berusia 8 tahun ini merupakan anak dari teroris yang mengendarai sepeda motor ketika memaksa masuk ke Mapolrestabes Surabaya.

“Tentang satu anak itu yang dibawa oleh mereka atas nama AP. Ini yang kita dapatkan dari pakaian yang bersangkutan bernama AP, umur 8 tahun. Kami rujuk ke RS PHC,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera di Mapolda Jawa Timur.

Usai bom diledakan, bocah malang ini berdiri dengan menahan kesakitan karena tubuhnya terkena ledakan bom. Padahal saat itu, polisi berteriak memintanya untuk menjauh. Beruntung ada petugas dan sejumlah warga sigap dan membawanya pergi dari lokasi kejadian untuk diberikan pertolongan. (Dil)