Telur setengah matang

MANAberita.com — SAAT hamil, Anda menjadi lebih memperhatikan makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Coba lebih perhatikan saat mengonsumsi makanan dan minuman berikut karena disebut dapat berdampak mengugurkan kandungan.

Banyak makanan yang memberi manfaat untuk ibu hamil tetapi tak sedikit juga yang justru menyebabkan efek negatif. Berikut beberapa makanan dan minuman yang wajib dihindari karena dapat membahayakan kandungan.
– Telur setengah matang dapat mengandung salmonella yang berbahaya untuk kandungan

Telur setengah matang dan telur mentah
Pastikan untuk memasak telur hingga matang sepenuhnya hingga seluruh bagiannya padat. Mengonsumsi telur setengah matang atau mentah berisiko menyebabkan ibu hamil mengalami keracunan salmonella yang membuat Anda muntah dan diare.

– Juga hindari makanan yang mengandung telur mentah atau setengah matang seperti mayonaise.

Daging mentah atau setengah matang
Ibu hamil yang mengonsumsi daging mentah atau setengah matang berisiko mengalami toksoplasmosis.

Toxoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan parasit dalam daging setengah matang atau mentah, tanah, air mentah, susu kambing yang tidak terpasteurisasi, ataupun tinja kucing.

Infeksi ini dapat membahayakan janin. Oleh karena kondisi ini sering tidak didahului gejala apapun, penting untuk memeriksakan kesehatan janin secara teratur untuk mendapat perawatan jika infeksi terjadi.

Untuk mencegah toksoplasmosis, ada beberapa cara yang dapat dilakukan:

Pastikan tidak ada bekas darah dalam aneka olahan daging seperti dalam burger, ham, salami, pepperoni.

Setelah mengolah daging mentah, cuci dan keringkan tangan sepenuhnya. Juga cuci semua peralatan masak setelah mengolah daging mentah untuk menghindarkan penyebaran bakteri.

Menyimpan daging siap saji setidaknya 4 hari sebelum dikonsumsi dalam freezer dapat membantu mematikan sebagian besar parasit dan membuatnya lebih aman dikonsumsi.

– Hati hewan

Sebaiknya hindari konsumsi hati ataupun produk atau olahan yang mengandung hati karena mengandung terlalu banyak vitamin A yang membahayakan bayi.

– Vitamin dan suplemen minyak ikan

Hindari konsumsi suplemen yang mengandung vitamin A, suplemen multivitamin, ataupun suplemen minyak ikan.

Ikan seperti tuna berisiko mengandung merkuri sehingga sebaiknya dihindari oleh ibu hamil

– Hindari Konsumsi Ikan Tertentu

Ikan baik untuk perkembangan janin. Tetapi hindari konsumsi beberapa jenis ikan berikut:

Ikan todak.

Tuna masak lebih dari 140 gram atau 170 gram mentah per minggu. Tuna mengandung lebih banyak merkuri dibanding ikan jenis lain yang dapat mempengaruhi sistem saraf janin.
Ikan salmon, herring, trout, makerel lebih dari dua poris seminggu. Ikan jenis ini mengandung polychlorinated biphenyls (PCBs) dan dioksin.

Pastikan semua ikan dan sajian laut dimasak sepenuhnya hingga matang agar tidak memicu keracunan. Hal yang tidak kalah penting, hindari konsumsi sushi ataupun makanan lain yang mengandung ikan mentah.

– Kafein

Terlalu banyak mengonsumsi kafein saat hamil dapat menyebabkan keguguran ataupun bayi lahir dengan berat badan kurang.

Sebaiknya hindari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, minuman ringan, minuman energi, cokelat, serta beberapa obat flu dan demam.

Sebagai ilustrasi, secangkir kopi instan dapat mengandung 100 mg. Sementara kadar yang direkomendasikan adalah tidak lebih dari 200 mg kafein.

– Soft cheese

Soft cheese terbuat dari susu yang tidak terpasteurisasi. Pastikan membeli keju yang terbuat dari susu yang terpasteurisasi.

Beberapa jenis keju ini juga lebih tidak asam dan mengandung moisture sehingga menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya yang dapat menggugurkan kandungan hingga bayi lahir dengan penyakit berbahaya.

– Kecambah mentah

Kecambah mentah, termasuk lobak dan semanggi dapat mengandung bakteri salmonella yang tidak dapat hilang hanya dengan dicuci. Sayur ini baru aman dikonsumsi setelah dimasak.

Permukaan buah dan sayuran yang tidak dicuci dapat mengandung parasit berbahaya

– Makanan yang tidak dicuci

Permukaan sayuran dan buah-buahan yang tidak dicuci dapat mengandung parasit dan bakteri seperti E. coli, Salmonella, Listeria, dan Toksoplasma yang berasal dari proses produksi, panen, transportasi, hingga penyimpanan.

– Alkohol

Baca Juga
Atasi Galau Dengan Cara Ini
Nikah Muda Demi Hindari Zina, Remaja 15 Tahun Meninggal Dihajar Suami
Ternyata Begini Cara Memakai Body Lotion yang Benar dan Dapat Melembabkan Seharian

Konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko menggugurkan kandungan atau bayi meninggal dalam kandungan. Bahkan dalam kadar ringan alkohol juga dapat mempengaruhi perkembangan otak janin, kelainan jantung, dan kemunduran mental.

Konsultasikan ke dokter jika Anda ragu mengonsumsi makanan tertentu yang Anda khawatirkan dapat berpengaruh pada janin dan menggugurkan kandungan. (Dil)

(Sumber: Okaydoc)