Ilustrasi

MANAberita.com — SEORANG remaja bernama samaran Kujay (14) ini terjerumus ke dalam kenakalan remaja dengan sering meminum-minuman keras (miras).

Kujay yang merupakan anak muda asal Belitung Timur (Beltim), Kecamatan Kelapa Kampit ini ditangkap sedang mabuk berat usai menegak minuman beralkohol yang berhasil diwawancarai oleh wartawan dari Pos Belitung pada tahun 2016 lalu

Namun ternyata, minuman alkohol yang ditegak itu bukanlah dari sejumlah minuman bir, arak atau minuman keras lainnya, tetapi minuman alkohol itu berasal dari rebusan pembalu wanita.

Menurut pengakuannya, Kujay telah mengetahui jika pembalut wanita bisa digunakan sebagai bahan dasar membuat minuman beralkohol. Dia percaya jika pembalut bisa memabukkan ini bermula ketika dirinya diberi tahu oleh temannya di Tanjungpandan, Belitung.

“Kalau sudah mabuk, asyiknya dibawa berangin (berangin-angin), jalan jalan pakai sepeda motor. Pakai (mengendarai) motor bawaannya tegang. Biasanya pelan, tapi tegang,” ucap Kujay.

Kujay juga mengungkapkan ada salah satu cara meracik pembalut wanita agar bisa menjadi minuman yang memabukkan.

Dalam penjelasannya, Kujay mengharuskan untuk membeli pembalut wanita yang bersayap (wing). Kemudian, setelah dibuka dari bungkusnya, pembalut ini dimasukkan ke dalam panci berisi air lalu direbus sekitar satu jam.

Setelah dirasa cukup, air rebusan didinginkan. Pembalut diperas di wadah yang sama (panci), lalu siap diminum.

“Rasanya pahit, kelat,” ujar Kujay.

Dan setelah setengah jam meminum rebusan pembalut, mulai terasa mabuk. Bahkan sensasi mabuknnya bisa dua hingga tiga jam.

Bagi mereka yang ingin mabuk berat, juga bisa ditambah dengan menenggak minuman beralkohol. Kujay juga mengaku menenggak minuman ini secara rutin.

“Sekarang ini marak dikonsumsi, pagi, siang, dan sore. Terutama saat ngumpul ngumpul, biasanya kami minum di luar rumah, di tempat sepi,” kata Kujay .

Ia menuturkan biasa membeli pembalut di sebuah toko langganannya di Pasar Kelapa Kampit.

Dan ternyata tak hanya Kujay saja, Jontor (16), bukan nama sebenarnya sudah lebih lama merasakan sensasi mabuk pembalut. Menurut Jontor, ada dua cara mengonsumsi pembalut ini. Pertama, ditetesi menggunakan bensin atau alkohol, setelah itu dihisap dan kedua direbus.

“Ampas pembalut terkadang dibakar, namun saat udah terasa nyaman dan buru buru mau fly, sudah lupa buang ampas, lempar saja ke kotak sampah,” ujarnya.

Baca Juga
Hendak Menikah, Pria ini Justru Dikerjai Teman-Temannya Hingga Ditabrak Mobil
Pengaruh Narkoba, Wanita ini Berhalusinasi dan Congkel Matanya Sendiri
Wow! Siswa Bawa Bayi Saat Ujian, Guru Rela Gendong Hingga Tertidur

Setiap hari, kata Jontor, sekelas anak anak SMA biasanya diberi uang saku Rp10 ribu. Dan ketika ingin mabuk, ia membeli pembalut.

Perlu untuk diketahui , jika sejumlah zat terkandung di dalam produk pembalut ataupun popok terdiri dari klorin yang dapat terkontaminasi menjadi dioksin. Klorin digunakan pada proses pemutihan (bleaching) oleh pabrik kertas, termasuk pabrik pembalut wanita, tissue, sanitary pad, dan popok. Semua kandungan itu memang bisa membuat orang mabuk jika mengonsumsinya.

Berdasarkan laporan, Klorin dilarang pada pembuatan obat ataupun makanan berdasarkan Permenkes RI No. 472/1996. (Dil)