Ilustrasi

MANAberita.com — DI zaman Rasulullah SAW masih hidup, ada seorang pemuda yang begitu rajin dan taat beribadah kepada Allah SWT. Selain itu, dia juga sangat suka bersedekah. Pemuda tersebut bernama Alqamah.

Suatu hari, Alqamah sakit keras dan menghadapi sakaratul maut. Namun, saat dibimbing, Alqalamah tak bisa mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Isteri Alqamah kemudian melaporkan hal ini kepada Rasulullah. Rasulullah menanyakan apakah Alqalamah masih mempunyai ibu, yang dijawab masih.

Rasulullah kemudian meminta kehadiran ibu Alqamah, dan menanyakan seperti apa kehidupan sehari-hari Alqamah.

“Anakku sangat rajin beribadah, ya Rasulullah,” jawab ibu Alqamah.

Rasulullah bertanya lagi, bagaimana perasaan sang ibu kepada Alqamah. Ternyata, sang ibu merasa marah karena Alqamah lebih mementingkan isterinya daripada dirinya.

Baca Juga
Tips Ajarkan Anak Berpuasa Tanpa Ribet, Dijamin Berhasil
Apa itu Istinja dan Najis?
Fiqih Imam Syafi’i ; Thahara (bersuci)

Rasulullah kemudian meminta ibu Alqamah agar memaafkan dan meridhoi puteranya. Rasulullah kemudian meminta sahabat mengumpulkan kayu bakar, untuk membakar Alqamah, karena sang ibu bersikeras tak memaafkan puteranya.

Ibu Alqamah luluh, dan bersedia memaafkan puteranya. Alqamah kemudian bisa mengucapkan kalimat syahadat saat sakaratul maut. (Ila)