Korban RA

MANAberita.com — SEORANG bocah berumur 13 tahun, RA, meregang nyawa seusai dikeroyok belasan orang dewasa karena disangka mencuri dua bungkus rokok.

Mengutip Tribunwow, peristiwa tersebut terjadi di sebuah warung di Dusun Rempelas, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, Sabtu (16/03).

Dikutip dari unggahan Facebook Yuni Rusmini, pada keterangan unggahan, awalnya korban bersama rekannya dua orang yakni IF dan AL terpergok berada di sebuah warung milik warga sekitar.

Loading...

Anak pemilik warung yang melihatnya langsung berteriak ‘maling’. Warga sekitar yang mendengar pun langsung mengejar ketiganya.

Kemudian dijelaskan rekan orangtua Ra yang bernama Iskandar, bahwa IF dan AL kabur menggunakan motor meninggalkan RA.

Sedangkan RA kabur menuju kebun jagung dan sembunyi di sana.

Namun segera diketahui warga. Warga pun memblokade jalan dan menangkap RA.

“Pemicunya karena anak ini awalnya kemarin sore itu kan, disangka dia mencuri, mencurinya itu di warung, rokok dua bungkus, terus setelah kejadian itu dia lari ke kebun jagung,” jelas Iskandar.

“Setelah itu massanya kumpul, memblokade anak itu, yang dua, kawannya lari menggunakan motor,” ujar Iskandar, dikutip dari saluran Youtube Lampung TV.

Kemudian RA telah mengaku salah dan memohon ampun. Namun warga yang geram tetap memukulinya beramai-ramai.

“Terus dihakimi oleh warga setempat.”

Disebutkan, banyak tindakan kekerasan yang diterima RA. Warga ada yang memukul, menduduki RA.

Bahkan kemaluan RA diberi cabai yang sudah ditumbuk.

“Ada yang mukul, ada yang dendam, ada yang dudukin, sampai dikasih air cabe,” ujar Iskandar.

Disebutkan kerabat korban, kondisi korban saat ditemukan tewas dalam kondisi yang mengenaskan.

Yakni ada luka di tubuh korban, seperti lengan kanan atas patah, kedua mata lebam, rahang kanan patah, dan kepala belakang pecah.

Dian Ansori, yang merupakan anggota P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Lampung Timur menuturkan akan memberikan pendampingan terhadap kasus ini.

Dian berujar akan terus mengikuti proses penyelidikan guna menguak pelaku yang tega menganiaya bocah 13 tahun tersebut hingga tewas.

“Saya sampaikan atas nama pemerintah, kami turut berduka, atas meninggalnya anak tersebut, kemudian atas nama pemerintah akan melakukan pendampingan terhadap keluarga korban ini,” ulas Dian.

“Kita akan mengawal proses hukumnya. Nanti siapapun pelakunya, apapun masalahnya harus dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.”

Sementara itu, pada keterangan lanjutan Facebook Yuni Rusmini, buntut dari peristiwa tersebut sempat membuat geram sekelompok warga untuk menyerang Desa Sumur Bandung.

Beruntung keadaan mereda seusai dilerai pihak kepolisian. Disebutkan pula, ada 10 pelaku yang diamankan pihak kepolisian.

Akan tetapi belum ada info resmi dari kepolisian.

Sedangkan pada video yang beredar, tampak sejumlah orang ramai mengerumuni korban yang telah tergeletak tak berdaya.

“Bantu tolong warga, bantu,” ujar warga ramai di lokasi.

Terdengar pula seorang laki-laki mencari warga yang merasa menjadi korban kemalingan rokok tersebut.

“Korbannya mana? yang korbannya mana? yang dicuri mana?,” ujar seorang warga lain.

“Dipanggil dulu itu.”

Baca Juga
PDKT Dengan Customer-nya Selama 8 Bulan, Driver ini Harus Telan Pil Pahit
Merinding! Inilah Detik-Detik Gempa Mengguncang Palu yang Terekam CCTV
Dari 15 Kali Transaksi, Vanessa Angel Pernah 2 Kali ‘Dibooking’ ke Luar Negeri, Dimana?

Lalu terdengar nama yang dipanggil oleh sejumlah warga. Kini jasad RA telah dikebumikan, pada Minggu (17/03).

Di kediaman RA, tampak pula sejumlah warga yang masih hadir mengucapkan bela sungkawa atas kematian RA.