Ilustrasi

MANAberita.com — 5 tahun awal pernikahan disebut-sebut sebagai masa sulit bagi pasangan yang baru saja menikah. Tak jarang banyak pasangan yang diterpa isu miring seperti perselingkuhan, masalah keuangan, konflik dengan mertua, hingga isu perceraian di awal pernikahan.

Menanggapi hal tersebut, mari belajar bersama dari pengalaman di 5 tahun pertama pernikahan. Kira-kira hal apa saja yang perlu dilakukan agar kehidupan rumah tangga di awal pernikahan tetap terasa manis?

Hal yang Perlu Dilakukan di 5 Tahun Awal Pernikahan

Loading...
  • Luangkan Waktu Khusus untuk Fokus Pada Pasangan

Penting bagi pasangan untuk saling memberikan perhatian lebih sesibuk apapun kegiatan yang harus dilakukan dalam sehari. Walaupun pada awalnya sangat sulit membagi perhatian untuk pekerjaan, kehidupan sosial dengan teman hingga masalah keluarga besar, namun setidaknya luangkan waktu 1 hari dalam seminggu untuk menghabiskan waktu dengan pasangan.

Semisal saja di hari sabtu. Anda dan pasangan bisa melakukan kegiatan bersama seperti nonton film, atau sekedar mengobrol bersama. Langkah ini bisa memperkuat hubungan di 5 tahun awal pernikahan.

  • Terbuka Masalah Keuangan

Uang bisa jadi masalah utama yang bisa memicu perselisihan pada pasangan. Untuk itu, penting bagi Anda dan pasangan terbuka masalah keuangan sejak awal pernikahan. Anda bisa terbuka tentang pendapatan tiap bulan, terbuka dalam hal pengeluaran dan lain sebagainya. Hal ini menghindarkan Anda dan pasangan dari sikap saling mencurigai satu sama lainnya.

  • Perubahan Pribadi Ke Arah Lebih Baik Harus Disyukuri

Apakah Anda berpikir bahwa pernikahan telah merubah beberapa sifat dari diri Anda? Contoh ,jika sebelum menikah Anda lebih boros, namun karena pengaruh dari pasangan, setelah menikah Anda jadi lebih memperhitungkan setiap pengeluaran. Perubahan seperti ini seharusnya sangat disyukuri. Sebaiknya gunakan perubahan ini sebagai pemicu perubahan sikap ke arah positif lainnya.

  • Belajar Bersama Pasangan

Tidak ada panduan buku atau artikel yang benar-benar cocok dan bisa memberikan Anda gambaran terhadap kehidupan setelah pernikahan. Untuk itu, Anda dan pasangan memang harus belajar bersama dalam menghadapi setiap rintangan dalam pernikahan. Para ahli mengatakan bahwa, untuk mendapatkan pernikahan yang bahagia dibutuhkan usaha bersama, dan bukan usaha hanya dari salah satu pasangan.

  • Tidak Perlu Memperbesar Masalah Kecil

Penting bagi pasangan di awal pernikahan untuk tidak memperbesar masalah yang sebenarnya kecil. Anda bisa saja mengalah untuk hal-hal kecil. Sikap mengalah kadang memang diperlukan untuk membuat pernikahan menjadi langgeng. Khususnya untuk hal-hal kecil seperti masalah siapa yang harus menjemput anak sekolah di hari-hari tertentu, atau siapa yang bertanggung jawab mencuci baju setiap akhir pekan.

Sebagai gantinya, Anda dan pasangan bisa fokus pada masalah yang lebih besar. Misalnya masalah yang membuat Anda dan pasangan terjebak sebagai generasi sandwich. Atau masalah lainnya yang bisa mengancam kelangsungan pernikahan Anda dan pasangan.

  • Beri Pasangan Ruang untuk Sendiri

Ada kalanya Anda dan pasangan butuh waktu untuk sendiri memikirkan permasalahan yang sedang dihadapi. Hal ini wajar terjadi di dalam pernikahan. Untuk itu, beri pasangan ruang untuk sendiri. Sebaiknya gunakan waktu tersebut untuk saling mengintropeksi diri terkait kesalahan yang sudah dilakukan pada pasangan.

  • Ciptakan Tradisi Keluarga Sendiri

5 tahun awal pernikahan bukan waktu yang sebentar untuk menciptakan suatu tradisi dalam keluarga. Tradisi ini bisa digunakan untuk mempererat jalinan kasih sayang antar keluarga. Misalnya, gunakan hari besar keagamaan untuk membuat hidangan bersama atau melakukan hal lain yang menyenangkan.

  • Tetap Romantis

Romantisme memang harus tetap ada bahkan setelah menikah. Mungkin bentuknya tidak seperti dulu, di mana Anda membelikan coklat atau bunga, namun bisa berbentuk hal-hal yang sangat disukai pasangan. Cobalah membuatkan sarapan di pagi hari, atau sekedar membantu pekerjaan rumah bersama setelah pulang bekerja. Cara seperti ini bisa Anda lakukan mulai awal pernikahan agar pernikahan anda tetap romantis.

Sediakan “Bahu” Anda untuk Pasangan
5 tahun awal pernikahan memang disebut sebagai tahun yang cukup sulit bagi pasangan. Sehingga tak jarang pasangan sering menangis, kecewa, sedih dan perasaan lainnya yang menguras emosi. Saat inilah saat yang penting bagi Anda untuk selalu berada di sampingnya.

Berikan bahu Anda sebagai tempat menangis, berikan waktu Anda sebagai tempatnya berkeluh kesah, dan berikan perhatian Anda untuk membuatnya tersenyum kembali. “Memberikan bahu” sebenarnya berarti anda memberikan perhatian dan mau mendengarkan cerita pasangan anda.

Baca Juga
Ingin Berhenti Merokok di Bulan Ramadhan? Begini Caranya
5 Tips Merawat Jeans Hitam Agar Tidak Cepat Pudar
Apa Hukum Tidak Menepati Janji Untuk Menikahi?

Banyak pasangan yang gagal di 5 tahun awal pernikahannya karena berbagai macam alasan. Kondisi ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk selalu belajar dari pengalaman orang lain. Beberapa hal di atas bisa digunakan sebagai referensi agar pernikahan Anda dan pasangan selalu terasa manis mulai dari awal pernikahan. (Alz)

(Sumber: schoolofparenting.id)