Korban Rosalina Komalasari

MANAberita.com — SOSOK mayat perempuan yang ditemukan tanpa identitas di Wisma Benhil kamar 209, Jalan Toddopuli Raya Timur, Makassar yang diduga sebagai korban pembunuhan, Kamis, (11/04).

Melansir Yuni Rusmini, menurut keterangan saksi dari Receptionist Hotel Benhil, Salmia (32), menjelaskan bahwa sekitar pukul 13.00 Wita, hari dan tanggal tersebut diatas, korban check In (short time/4 jam) di kamar 209 lantai 2 Hotel Benhil Toddopuli atas nama Dita (sesuai buku nginap).

Sementara itu, menurut keterangan saksi Room Boy, Irfan (21), menjelaskan bahwa, sekitar pukul 15.45 wita, pada saat dirinya menuju ke lantai 2 kamar 209 untuk membersihkan kamar tersebut, ia melihat sesosok mayat perempuan yang sudah berlumuran darah yang ditutupi bantal dengan posisi telungkup menggunakan pakaian (daster) serta diatas badan korban terdapat 1 buah kursi.

Loading...

“Setelah saya melihat sesosok mayat dikamar tersebut, saya kembali menutup pintu kamar dan melaporkan kejadian ini ke Pihak manager hotel dan selanjutnya pihak manager menghubungi Polsek Panakkukang Via telepon,” jelasnya.

Selanjutnya, pada pukul 16.30 Wita, Personil Polsek Panakkukang yang dipimpin oleh Aiptu Nasri (KA. SPKT) tiba di TKP dan langsung melakukan Police Line.

Tim Forensik Biddokkes Polda Sulsel yang dipimpin oleh Bripka Sultan (Baur Doksik) tiba di TKP dan langsung melakukan olah TKP pada pukul 17.00 Wita.

Dari olah TKP tersebut, terdapat 27 luka tusukan pada tubuh korban akibat benda tajam dan kejadian tersebut merupakan korban pembunuhan.

korban saat itu lantaran sekujur tubuh korban tertutup dengan bantal yang ada beberapa bercak darah di bantal dan sprei. Namun, dia menjelaskan bahwa saat itu ada sebuah kursi yang berada di atas korban.

27 luka tusukan itu masing-masing pada bagian leher kiri lima tusukan, tujuh di leher kanan, satu di perut kiri, dua tusukan di leher belakang, sembilan tusukan pada bagian punggung. Selain itu satu tusukan pada bagian sela- sela jari sebelah kiri antara jempol dan jari telunjuk robek, dua tusukan pada betis kanan.

Pukul 21.15 wita, Korban selanjutnya dibawa ke RS. Bhayangkara oleh Tim Forensik guna dilakukan otopsi dan pelaku sementara dalam lidik Polsek Panakukang,

Identitas mayat perempuan yang ditemukan tewas akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Rosalina Komala Sari, umurnya 18 tahun dan beralamat Jalan Terompet 14 Blok K, Kecamatan Manggala, Kota Makassar

Kapolsek Panakukkang, Kompol Ananda Fauzi, mengatakan, hasil itu setelah proses identifikasi oleh Tim Inafis Polrestabes Makassar bersama Tim Biddokkes Polda Sulsel. Mereka langsung diterjunkan dalam proses olah TKP di kamar lantai dua itu.

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah menemukan barang bukti senjata berupa pisau. Pihaknya pun sementara melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Rosalina Komalasari itu ternyata meninggalkan seorang anak kecil.

Ia berstatus sebagai seorang ibu rumah tangga. Keluarganya dikaruniai seorang anak laki-laki, Adlan, berusia satu tahun. Anak itu baru saja berulang tahun, Februari silam.

Sayangnya, perempuan berusia 18 tahun itu telah bercerai dengan suaminya. Ia pun lantas menjadi tulang punggung untuk anak semata wayangnya itu.

Baca Juga
Berakhir di Pelaminan, Kisah Cinta Pria ini Justru Bikin Mewek
Terungkap! Inilah Penyebab Rusaknya Hubungan Antara Syahrini dan Anang Hermansyah
Suaminya Main Serong, Wanita ini Masukan Sekantong Cabai ke Vagina si Selingkuhan

Sejauh ini, baru tiga orang saksi yang telah diperiksa untuk dimintai keterangannya. Mereka yakni room boy Irfan, resepsionis Salmia, dan ayah korban, Ilham.

“Kita masih dalami kasus ini apa motifnya dan siapa pelakunya,” pungkasnya.
Polisi telah mengantongi ciri-ciri yang diduga pelaku pembunuhan Rosalina. Termasuk dugaan keterlibatan mantan suaminya.

“Semua tidak menutup kemungkinan ke arah sana. Semua kemungkinan kita terima dan kita kembangkan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko, Jumat (12/04).

Indratmoko mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian. Termasuk mempelajari rekaman kamera pengintai (CCTV) di wisma tersebut.

“Motif pembunuhan masih diselidiki, ada beberapa petunjuk yang masih kita kembangkan, saksi-saksi juga sudah kita minta keterangannya, termasuk CCTV wisma tersebut,” ujar Indratmoko. (Alz)