Ilustrasi

MANAberita.com – BANYAK orang suka main game online baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun, beberapa orang kecanduan secara berlebihan sehingga apapun dilakukan agar bisa terus bermain game tersebut.

Bahkan, jika hal tersebut sampai menyusahkan orang terdekat, seperti satu kasus berikut.

Loading...

Ririn Ike Wulandari terkejut mendapatkan tagihan Rp 11 juta dari telepon pasca bayar suaminya.

Setelah diusut, ternyata tagihan berasal dari permainan online game yang biasa dimainkan putranya.

Karena tagihannya begitu besar, Ririn sempat melakukan kroscek kepada pihak provider layanan telepon suaminya.

Namun setelah dilakukan pengecekan dengan bukti print, barulah percaya tagihannya memang Rp 11,5 juta.

Melansir Intisari Online, Tagihan itu dari permainan online game Free Fire, Mobile Legend dan Minecraft.

“Ketiga game ini memang sangat populer dan banyak digandrungi semua kalangan,” ungkap Ririn Ike Wulandari yang sempat menuangkan uneg-unegnya di akun Facebooknya.

Penggemar online game memang senang memainkan ketiga jenis game tersebut, termasuk anaknya yang masih berusia 12 tahun dan siswa kelas 6 SD.

Sementara untuk naik level tertentu butuh diamond, yang notabene bisa dibeli dengan pulsa. Untuk itu Ririn mengingatkan kepada orangtua tidak berlebihan rasanya jika orangtua untuk benar-benar melek HP.

“Saya masih shock melihat tagihan telepon tembus angka Rp 6 juta kurang dari sebulan,” ungkapnya.

Kecurigaan Ririn berawal saat anak yang pertama, membeli pulsa Rp 50.000. Hal ini ketahuan karena menemukan struk yang tertinggal di motor.

Anaknya juga tidak bilang-bilang dan berbarengan saat Ririn sakit. Kemudian dia mencoba membayar tagihan telepon suami yang pakai kartu tokped, karena masih ada saldo.

Di sana, tagihan terbaca Rp 6.000 karena saldo masih Rp 28.000 sehingga dipikirnya masih cukup.

Kemudian memasukkan tambahan pembayaran lewat kartu debet, setelah loading, pembayaran masih kurang, padahal masih ada saldo.

Kemudian masuk ke aplikasi banking, mencoba bayar lewat aplikasi. “Di sana jelaslah terbaca oleh saya tagihan Rp 6.108.000 dan saya shock,” ungkapnya.

Ririn sempat curiga masak tagihan segitu banyak. Karena, biasanya cuma bayar Rp 40.000 sebulan. Kemudian instal aplikasi My Telkomsel di HP suami menjadi jelaslah tagihan Rp 6.108.000. “Saya panggil suami, dan kami shock berdua,” tambahnya.

Kemudian dilakukan pengecekan pengaturan data seluler telah berubah. “Suami saya gaptek maksimal, bagaimana bisa merubah pengaturan data seluler. Dia selalu mengandalkan SMS untuk mengetahui tagihan teleponnya,” ujarnya.

Semula dipikir pembengkakan karena penggunaan data seluler. Apalagi selama itu tidak ada satupun pemberitahuan melalui SMS atas pembelian apapun di Google Play.

Akhirnya dicek, e-mail ternyata tidak sinkron otomatis dan munculah notifikasi, di mana ada belasan tanda terima pembelian diamond di 3 online gameFree Fire, Mobile Legend dan Minecraft.

Apalagi anaknya sempat bertanya password e-mail ayahnya dan dijawab lupa. Tapi ternyata anaknya bisa mengubah password e-mail, dan login ke Google Play serta menyertakan nomer HP sebagai tagihan pembayarannya.

“Keteledoran saya memang, biasanya semua email saya jadikan 1 di HP saya, jadi saya juga bisa kontrol HP lain yang login menggunakan email tersebut,” ujarnya.

Selain itu juga dicek pada Play Store, di sana ada penambahan metode pembayaran. Akhirnya akun Google Play dan online game dihapus juga tertera rincian pembelian di Google Play.

Baca Juga
Oops! Inilah Penyebab Ereksi Pria Tidak Keras dan Cepat Lemas
Beginilah Kronologi Hilangnya Pesawat Lion Air Jakarta – Pangkal Pinang di Tanjung Karawang
Cuci Kaki Ibu Sebelum Bertugas, Tentara ini Menyesal Dapati Hal Mengejutkan Ketika Abaikan Telepon

Kejadian ini tidak terlepas karena minimnya pengetahuan anak soal akun pembayaran. “Dipikirnya semuanya gratis, makanya kok mudah beli diamond, nggak tahunya settingan kartu pasca bayar limitnya sampai Rp 10 juta,” jelasnya.

Setelah dihitung semuanya, total transaksinya Rp 11.548.829. Transaksi terbesar tanggal 1 dan 2 April totalnya Rp 4.803.000. (Ila)