Ilustrasi panci

MANAberita.com — KEMATIAN Achmad Hamzah (52), warga Jalan Cengger Ayam Kavling 26, Lowokwaru, Kota Malang pada Senin (29/04), menyisakah pekerjaan rumah bagi polisi. Sebab muncul dugaan, korban tewas setelah dipukul anaknya menggunakan remot dan panci.

Mengutip jatimnow.com, korban ditemukan tewas di toilet rumahnya setelah mengaku hendak buang air besar usai bertengkar hebat dengan anak yang terlahir dari istri pertamanya.

Kejadian bermula saat korban didatangi anak kandungnya yang bernama Achmad Ramadhani Zyahputra. Sementara di rumah itu, korban tinggal bersama istri keduanya, Luluk Farida Badriati setelah bercerai dengan istri pertamanya.

Loading...

Emosi Zyahputra tersulut setelah melihat ibu tirinya datang dan bertanya ada maksud apa Zyahputra datang menemui ayahnya itu. Cek cok mulut pun terjadi antara Zyahputra dan ibu ayahnya tersebut.

Luluk pun membela membela suami dengan mencoba melerai anak tirinya tersebut. Namun upaya Luluk gagal, sehingga ia memutuskan untuk berteriak meminta tolong ke tetangga dan petugas keamanan.

Setelah terlibat perselisihan dengan anaknya dan anaknya pulang, korban Hamzah menuju ke toilet untuk buang air besar. Setelah lama tidak keluar, Luluk memanggil-manggil suaminya dan tak kunjung mendapat jawaban.

Karena pintu toilet terkunci dari dalam, Lukuk meminta bantuan tetangganya untuk membuka paksa pintu kamar mandi dan mendapati suaminya sudah tergeletak di dalam kamar mandi.

Petugas keamanan dan tetangga korban langsung mengangkat tubuh korban ke sofa rumahnya. Namun setelah dicek, korban sudah tidak bernafas sehingga langsung dilarikan ke RSUD Saiful Anwar untuk pemeriksaan. Dan benar, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna membenarkan peristiwa tersebut. Namun, timnya masih memeriksa para saksi termasuk istri kedua korban.

“Betul memang itu terjadi. Sementara istri korban habis maghrib tadi melakukan pelaporan di Polres. Saat ini masih dimintai keterangan untuk saksi – saksi,” ungkap Komang.

Komang dan timnya juga masih menunggu hasil autopsi jenazah korban. Autopsi itu dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban. Sebab dari hasil pemeriksaan sementara, saat bertengkar dengan anaknya, korban diduga sempat dipukul menggunakan remot dan panci.

Baca Juga
Begini Cara Mantan Oknum TNI Kendari Kelabuhi Korban-Korbannya
Jumat Besok, Ribuan Perempuan di Selandia Baru Siap Kenakan Jilbab
Alhamdulillah! Rombongan Geng Motor Bercelurit di Tambun Bekasi Berhasil Diamankan, 3 Diantaranya Wanita!

“Masih menunggu hasil autopsi. Mohon bersabar,” tambahnya. (Ila)

(Sumber: jatimnow.com)